Jakarta, Infotren.id - Kasus sengketa tanah yang melibatkan artis Atalarik Syah di Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik. Dalam wawancara bersama awak media, kuasa hukum Atalarik, Niko Kily Kily, mengungkap sejumlah kejanggalan dalam proses hukum yang tengah berjalan.

Niko menjelaskan bahwa sertifikat tanah milik kliennya tidak pernah dibatalkan oleh pengadilan. Namun, yang menjadi persoalan adalah adanya eksekusi terhadap satu Akta Jual Beli (AJB) beserta empat sertifikat yang tidak pernah masuk dalam pembatalan maupun persidangan.

“Ini yang kami anggap janggal. Sertifikat tidak pernah dibatalkan, bahkan tidak pernah disidangkan, tetapi bisa dieksekusi. Ini baru pertama kali terjadi,” ujar Niko.

Ia menilai, tindakan tersebut berpotensi melanggar prinsip hukum yang berlaku. Bahkan, pihaknya menduga adanya praktik mafia peradilan yang berkolaborasi dengan mafia tanah dalam kasus ini.

Lebih lanjut, Niko mengungkapkan bahwa kliennya mengalami kerugian hingga sekitar Rp6 miliar akibat sengketa tersebut. Kondisi ini juga berdampak pada kesehatan Atalarik Syah yang disebut mengalami tekanan mental hingga tidak dapat menghadiri persidangan terbaru.

Tak hanya menggugat pihak terkait, tim kuasa hukum juga menyeret Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai turut tergugat. Menurut Niko, hal ini karena sertifikat tanah yang disengketakan merupakan produk resmi dari BPN.

“Kami meminta pertanggungjawaban BPN, karena sertifikat ini adalah produk mereka, namun justru bisa dieksekusi tanpa pembatalan,” jelasnya.

Dalam langkah lanjutan, pihak kuasa hukum berencana melaporkan dugaan pelanggaran ini ke Komisi Yudisial (KY) dan Dewan Pengawas Hakim di Mahkamah Agung. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan untuk mengajukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI guna meminta penjelasan dari pihak terkait.

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah dan lembaga pengawas peradilan agar tidak mencederai rasa keadilan masyarakat, khususnya dalam perkara pertanahan yang kerap menjadi sorotan di Indonesia.pppppppppp