INFOTREN.ID - Ketegangan politik di Ibu Kota kembali meningkat seiring munculnya pernyataan tajam dari internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengenai posisi Partai Golkar dalam struktur pemerintahan saat ini.
Sindiran tersebut secara spesifik menuduh bahwa Partai Golkar memiliki kecenderungan politik untuk selalu berada di pihak penguasa, terlepas dari hasil akhir dari kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) yang telah dilaksanakan.
Pihak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar akhirnya memberikan respons yang tegas dan jelas terhadap narasi yang berkembang di ruang publik mengenai manuver politik mereka.
Respons tegas ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar sebagai bagian dari dinamika politik terkini menjelang konsolidasi kekuasaan pasca-pemilu yang sedang berlangsung.
Sekjen Partai Golkar, Sarmuji, secara khusus memberikan tanggapan mengenai isu ketergantungan partai berlambang pohon beringin tersebut terhadap posisi kekuasaan di pemerintahan pusat.
Tanggapan ini muncul sebagai koreksi atas pernyataan yang sebelumnya dilontarkan oleh Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, mengenai kecenderungan politik Golkar yang dianggap selalu mencari posisi strategis.
"Tuduhan bahwa kami candu kekuasaan adalah upaya untuk mendiskreditkan posisi politik Partai Golkar yang kini dibutuhkan oleh pemerintah," ujar Sarmuji, membalas tudingan tersebut.
Lebih lanjut, Sarmuji menekankan bahwa keberadaan Golkar dalam struktur pemerintahan adalah bukti nyata bahwa kehadiran mereka sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas dan menjalankan program pemerintahan ke depan.
"Kehadiran Partai Golkar dalam pemerintahan menunjukkan adanya kebutuhan substantif dari pemerintah saat ini terhadap kontribusi dan kapasitas yang kami miliki," kata Sekjen Golkar tersebut.