INFOTREN.ID - Nant Entertainment mempersembahkan film horor psikologis  terbaru berjudul Kamu Harus Mati, sebuah film penuh misteri dan teror yang mengangkat  kisah tentang trauma, kehilangan, dan batas tipis antara kenyataan dengan halusinasi.  

“Kamu Harus Mati” mengikuti perjalanan Meta, seorang gadis muda yang hidup dalam  bayang-bayang masa lalu setelah kehilangan kekasihnya, Sam, akibat tragedi tragis  beberapa tahun silam. 

Sejak saat itu, Meta kerap mengalami halusinasi dan merasa  diteror oleh sosok arwah misterius yang diyakininya berkaitan dengan orang-orang di  sekitarnya. 

Namun, ketakutan Meta justru dianggap sebagai gangguan jiwa oleh kedua sahabatnya,  Dona dan Kesi. Ketidakpercayaan itu perlahan merusak hubungan persahabatan mereka  dan membuat Meta merasa sendirian menghadapi teror yang terus menghantuinya. 


Film horor psikologis bertajuk Kamu Harus Mati mengangkat  kisah tentang trauma, kehilangan, dan batas tipis antara kenyataan dengan halusinasi. foto: Henry Hens

Ketika berbagai kejadian aneh mulai mengincar Dona dan Kesi, Meta sadar bahwa teror  yang selama ini ia rasakan mungkin benar-benar nyata. Dalam kondisi mental yang  semakin rapuh, Meta harus memecahkan berbagai teka-teki demi menyelamatkan  dirinya dan orang-orang yang pernah meragukan dirinya. 

Film yang disutradarai oleh Tema Patrosza serta diproduseri oleh Muhammad Hananto dan Ninin  Musa ini siap membawa penonton masuk ke dalam pengalaman mencekam yang  penuh teka-teki. 

“Film ini bukan hanya tentang hantu atau jumpscare, tapi tentang rasa kehilangan dan  bagaimana seseorang berjuang melawan pikirannya sendiri. Penonton akan dibuat  bertanya-tanya mana yang nyata dan mana yang hanya ada di kepala Meta,” terang sutradara Tema Patrosza dalam press screening di XXI Senayan City, Jakarta, 18 Mei 2026.

“Meski ini film horor tapi tidak melulu mengandalkan jumpscare yang jadi pola umum di film-film horor, tapi kita berbeda karena lebih mengutamakan sisi psikologis dari tokoh-tokohnya yang merasa ketakutan karena halusinasi mereka sendiri. Jadi ini bisa dibilang film horor-psikologis,” sambung sang sutradara yang juga jadi cameo di film ini.