INFOTREN.ID - Industri film Indonesia bersiap kedatangan judul baru yang cukup unik. Film Tolong Saya atau dalam judul Korea Doa Juseyo menjadi karya horor-romantis yang memadukan unsur budaya Indonesia dan Korea Selatan.
Film ini merupakan produksi perdana dari Heart Pictures, dipayungi oleh dua rumah produksi baru tanah air, dengan menghadirkan sejumlah pemain dari kedua negara.
Acara perilisan film tersebut digelar di CGV Sudirman, Studio 2, Jakarta Selatan, pada Kamis, 15 Januari 2026, menghadirkan dialog budaya bertema “Mitos Horor Korea dalam Film Tolong Saya” yang turut melibatkan akademisi dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
Executive Producer Herty Purba, mengungkapkan bahwa idenya memproduksi film layar lebar berangkat dari kondisi bisnis televisi yang tengah lesu dan kuatnya penetrasi media sosial sebagai kanal hiburan baru.
“Genre horor masih sangat disukai, baik di Indonesia maupun Korea Selatan. Tapi kami ingin menghadirkan celah marketing yang berbeda, yaitu memadukan horor dengan drama cinta ala Korea,” kata Herty dalam sesi konferensi pers.

Film Tolong Saya (Dowajuseyo) menjadi karya horor-romantis yang memadukan unsur budaya Indonesia dan Korea Selatan. foto: Heart Pictures
Ia menilai fenomena besarnya penggemar drama Korea di Indonesia—mulai dari ibu rumah tangga hingga remaja—menjadi pintu yang menarik untuk digarap. Untuk itu, Heart Pictures memutuskan menggandeng aktor Korea sekaligus membangun alur yang terhubung dengan budaya kedua negara.
Tolong Saya tidak hanya menjual sensasi horor. Film ini mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan melalui kisah arwah penasaran yang menuntut keadilan.
Film ini mengisahkan Tania (Saskia Chadwick), mahasiswi Indonesia yang sedang menempuh studi di Korea. Hidup Tania berubah ketika ia mengalami teror dan kerasukan arwah Min Young (Kim Seo Young), korban kekerasan seksual yang tewas misterius.


