INFOTREN.ID - FIFA dikabarkan sedang menjajaki ide inovatif untuk menyajikan hiburan spektakuler di jeda babak pertama final Piala Dunia 2026. Konsep ini terinspirasi dari kesuksesan "Half-Time Show" yang menjadi ciri khas Super Bowl di Amerika Serikat.

Namun, rencana ambisius ini memunculkan potensi kendala hukum. Penyelenggaraan acara hiburan tersebut dikhawatirkan akan bertentangan dengan aturan sepak bola yang ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB).

Inti dari kekhawatiran ini terletak pada durasi jeda antar babak. Menurut regulasi IFAB yang berlaku, waktu istirahat di antara dua babak pertandingan sepak bola hanya diperbolehkan berlangsung selama 15 menit.

Sementara itu, pertunjukan hiburan "Half-Time Show" yang direncanakan untuk final Piala Dunia 2026 diprediksi akan memakan waktu lebih lama. Perkiraan durasi acara tersebut mencapai hingga 30 menit.

Sehingga, durasi yang lebih panjang ini berpotensi melanggar ketentuan IFAB yang membatasi jeda babak pertama. FIFA perlu mencari solusi agar acara hiburan tetap terlaksana tanpa mengabaikan aturan yang ada.

Potensi pelanggaran aturan ini menjadi perhatian serius bagi badan sepak bola dunia. Mereka harus menimbang antara keinginan menyajikan tontonan menarik dengan kewajiban mematuhi regulasi yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, FIFA diharapkan dapat menemukan keseimbangan antara inovasi hiburan dan kepatuhan terhadap aturan sepak bola internasional. Hal ini penting demi menjaga integritas dan kelancaran penyelenggaraan turnamen akbar tersebut.

Penyelenggaraan "Half-Time Show" yang lebih dari 15 menit akan menjadi tantangan tersendiri bagi FIFA. Mereka perlu berkoordinasi dengan IFAB untuk mencari kemungkinan penyesuaian atau solusi yang memungkinkan.

Dikutip dari HOTNEWS.ID, rencana megah ini berpotensi menimbulkan masalah baru karena penyelenggaraan acara hiburan tersebut dikhawatirkan akan melanggar aturan hukum sepak bola yang ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB).