- INFOTREN.ID -
Sebuah fenomena sosial baru bernama "performative male" tengah menjadi topik hangat di dunia maya, terutama di platform berbagi video TikTok. Istilah ini mengacu pada sebagian kaum adam yang secara sadar menampilkan karakteristik, kegemaran, serta gaya berbusana yang kerap diasosiasikan dengan budaya perempuan atau gaya "soft boy".
Fenomena ini kini menjadi sorotan publik karena diduga kuat bertujuan untuk membangun citra diri yang dianggap lebih sensitif dan memiliki kepekaan emosional tinggi di mata masyarakat. Hal inilah yang menimbulkan pertanyaan apakah perilaku tersebut benar-benar mencerminkan kepribadian asli atau hanya sekadar bentuk pencitraan semata.
Perilaku yang sering dikaitkan dengan "performative male" ini meliputi kebiasaan menikmati minuman populer seperti matcha, menggemari genre musik K-pop, hingga membawa aksesori seperti tas jinjing (tote bag). Selain itu, kecenderungan membaca buku-buku dengan tema yang umumnya dianggap lebih dekat dengan kalangan perempuan juga menjadi salah satu ciri.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, istilah "performative male" ini secara spesifik merujuk pada tindakan yang disengaja untuk menampilkan sifat, hobi, dan gaya berpakaian yang identik dengan stereotip feminin atau gaya "soft boy".
Pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa tujuan utama di balik penampilan semacam ini adalah untuk menciptakan persepsi publik tentang diri yang lebih peka secara emosional. Hal ini menimbulkan perdebatan mengenai otentisitas di balik tren yang sedang berkembang di kalangan Gen Z ini.
Beberapa contoh spesifik dari perilaku yang diasosiasikan dengan "performative male" antara lain adalah kebiasaan menikmati minuman seperti matcha, yang seringkali diasosiasikan dengan gaya hidup tertentu.
Selain itu, kegemaran terhadap musik K-pop dan penggunaan tas jinjing atau tote bag juga menjadi indikator yang kerap disebut dalam diskusi mengenai fenomena ini.
Lebih jauh lagi, aktivitas membaca buku-buku dengan tema yang kerap dikaitkan dengan preferensi perempuan juga menjadi salah satu poin yang diangkat dalam identifikasi gaya "performative male".