INFOTREN.ID - Pasangan ganda putra andalan Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, harus puas menempati posisi runner-up dalam gelaran bergengsi Singapore Open 2026. Hasil ini kembali mencuatkan diskusi mengenai konsistensi mereka di babak penentuan.
Turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut telah mencapai puncaknya pada hari Minggu sore WIB, tepatnya tanggal 31 Mei 2026. Pertandingan final tersebut diselenggarakan di lokasi ikonik, yaitu Singapore Indoor Stadium.
Dalam duel penentuan tersebut, Fajar dan Fikri berhadapan langsung dengan salah satu ganda putra terkuat dari India, yakni Satwiksairaj Rankiredy dan Chirag Shetty. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sangat ketat sejak awal.
Secara umum, jalannya laga menunjukkan pertarungan sengit antara kedua pasangan unggulan tersebut. Fajar dan Fikri sempat menunjukkan performa impresif di gim pertama yang mereka menangkan.
Namun, momentum positif yang berhasil mereka bangun di gim pembuka ternyata tidak dapat dipertahankan hingga gim penutup pertandingan. Kegagalan mempertahankan intensitas menjadi sorotan utama dalam performa mereka kali ini.
Hasil runner-up ini menambah catatan rentetan pencapaian mereka yang kerap kali terhenti pada babak final sepanjang musim kompetisi terakhir yang telah mereka lalui. Hal ini mengindikasikan adanya tantangan mentalitas di partai puncak.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, capaian ini menunjukkan bahwa meskipun kemampuan teknis mereka mumpuni, konsistensi performa di momen krusial masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih dan kedua atlet tersebut.
"Hasil ini menambah rentetan pencapaian mereka yang kerap terhenti di babak final sepanjang musim kompetisi terakhir," demikian disampaikan oleh sumber berita mengenai pola hasil yang dialami Fajar/Fikri musim ini.
Pertandingan final yang berlangsung alot tersebut menjadi pelajaran berharga mengenai manajemen tekanan dan strategi saat menghadapi lawan sekelas Rankiredy/Shetty dalam kondisi tertinggal atau memimpin.