INFOTREN.ID - Platform reseller daring Evermos mengumumkan kolaborasi strategis dengan International Labour Organization (ILO) di Indonesia. Kemitraan ini diwujudkan melalui program bernama Promise II Impact yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.

Fokus utama proyek ini adalah menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan digital bagi kelompok masyarakat yang dianggap rentan secara ekonomi. Kelompok sasaran utama meliputi penyandang disabilitas dan para pekerja migran yang telah menyelesaikan masa baktinya.

Tujuan mendasar dari sinergi antara Evermos dan ILO ini adalah untuk mengatasi dan menjembatani kesenjangan ekonomi yang ada di masyarakat. Hal ini akan dicapai dengan memaksimalkan pemanfaatan peluang yang ditawarkan oleh ekosistem bisnis digital saat ini.

Evermos, sebagai perusahaan teknologi yang berpusat di Bandung, Jawa Barat, melihat adanya potensi signifikan dalam diri kelompok rentan tersebut. Mereka diyakini memiliki kapasitas besar untuk mencapai kemandirian finansial melalui pengembangan usaha berbasis digital.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi landasan penting dalam inisiatif ini. BPS mencatat bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja di kalangan penyandang disabilitas masih berada pada posisi yang relatif rendah.

Tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas tercatat hanya sekitar 20% pada awal tahun 2025. Angka ini menunjukkan adanya disparitas yang cukup besar jika dibandingkan dengan kelompok masyarakat non-disabilitas.

Sebagai perbandingan, tingkat partisipasi angkatan kerja untuk kelompok non-disabilitas dilaporkan mencapai angka sekitar 70% pada periode yang sama. Kesenjangan ini menjadi motivasi utama bagi Evermos dan ILO untuk bertindak.

Dilansir dari BisnisMarket.com, kolaborasi ini menekankan bahwa pelatihan digital adalah kunci untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi mereka. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru yang inklusif.

"Kolaborasi ini bertujuan menjembatani kesenjangan ekonomi dengan memanfaatkan potensi bisnis digital," ujar perwakilan Evermos. Pernyataan ini menggarisbawahi fokus program pada transformasi ekonomi melalui teknologi.