INFOTREN.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) baru-baru ini mengumumkan penyelesaian empat langkah strategis yang bersifat krusial. Inisiatif ini dirancang secara spesifik untuk memperkuat aspek transparansi di pasar modal Indonesia.

Langkah-langkah tersebut juga memiliki tujuan paralel, yaitu meningkatkan kedalaman dan aktivitas transaksi atau likuiditas di bursa saham nasional. Kedua fokus utama ini menjadi kunci dalam agenda reformasi pasar modal saat ini.

Langkah konkret ini merupakan bagian integral dari keseluruhan delapan rencana aksi yang telah dirancang oleh regulator. Rencana aksi ini bertujuan untuk mengakselerasi proses reformasi integritas pasar modal di tingkat nasional secara menyeluruh.

Percepatan reformasi integritas pasar modal ini memiliki sasaran strategis yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia di kancah internasional. Tujuan utamanya adalah mendongkrak daya saing Indonesia di mata para investor global.

Peningkatan daya saing ini juga ditujukan untuk menarik perhatian penyedia indeks terkemuka dunia, salah satunya adalah MSCI. Hal ini menunjukkan keseriusan otoritas dalam meningkatkan kualitas dan kepercayaan terhadap pasar domestik.

Dampak dari inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan keyakinan lebih lanjut kepada para pelaku pasar, baik domestik maupun mancanegara. Peningkatan transparansi secara langsung berkorelasi dengan persepsi risiko yang lebih rendah.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, OJK, BEI, dan KSEI telah merampungkan empat langkah strategis krusial untuk memperkuat transparansi sekaligus meningkatkan likuiditas di pasar modal Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari delapan rencana aksi yang dirancang untuk mengakselerasi reformasi integritas pasar modal nasional.

Langkah-langkah ini secara kolektif mencerminkan komitmen kuat otoritas dalam menciptakan ekosistem pasar yang lebih sehat dan efisien bagi semua pihak. Hal ini merupakan respons terhadap kebutuhan pasar akan tata kelola yang lebih baik.

"Tujuan utama dari percepatan reformasi ini adalah untuk mendongkrak daya saing Indonesia di mata para investor global serta penyedia indeks terkemuka seperti MSCI," ujar salah satu perwakilan otoritas terkait, menggarisbawahi pentingnya pengakuan internasional.