INFOTREN.ID - Perundingan diplomatik tingkat tinggi yang bertujuan mencari penyelesaian damai antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan segera dilanjutkan dalam waktu dekat. Indikasi mengenai jadwal pertemuan krusial ini telah disampaikan secara langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Presiden Trump memberikan petunjuk mengenai waktu dimulainya putaran kedua pembicaraan tersebut kepada kalangan media massa. Langkah ini menandakan adanya perkembangan signifikan dalam upaya de-eskalasi ketegangan kedua negara.
Informasi mengenai potensi dimulainya kembali negosiasi tersebut diungkapkan oleh Trump kepada media New York Post. Hal ini kemudian menjadi sorotan utama yang disebarluaskan oleh Anadolu Agency pada hari Rabu, 22 April.
Dilansir dari Anadolu Agency, perkembangan ini menunjukkan adanya dinamika baru dalam jalur komunikasi bilateral antara Washington dan Teheran. Meskipun demikian, konfirmasi formal masih ditunggu dari pihak-pihak terkait.
Situasi ini juga mendapatkan penguatan dari sumber-sumber yang berada di Pakistan. Sumber-sumber tersebut memberikan kerangka waktu spesifik mengenai penyelenggaraan pertemuan lanjutan tersebut.
Menurut sumber-sumber di Islamabad, jangka waktu dua hingga tiga hari tersebut merupakan hasil dari evaluasi berkelanjutan mengenai semua upaya diplomatik yang telah dilakukan oleh Pakistan terhadap Iran. Pakistan diketahui berperan aktif sebagai mediator.
Pihak otoritas Iran hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi yang bersifat mengonfirmasi jadwal pasti diskusi yang diprediksi akan segera berlangsung tersebut. Kehati-hatian masih tampak dari pihak Teheran.
"Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memberikan indikasi mengenai jadwal putaran kedua pembicaraan ini," demikian disampaikan dalam konteks perkembangan negosiasi yang diprediksi akan bergulir kembali dalam waktu dekat.
"Informasi mengenai potensi dimulainya kembali negosiasi tersebut diungkapkan oleh Trump kepada media New York Post," sebagaimana disebarluaskan oleh Anadolu Agency pada hari Rabu, 22 April.