INFOTREN.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI meluncurkan program strategis bertajuk Pembinaan Mental Nasional (Bintalnas) untuk memperkuat integritas ribuan pegawai barunya. Langkah ini menegaskan komitmen institusi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang bebas dari praktik korupsi.
Program ini secara khusus dirancang untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang kuat sejak dini bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru bergabung. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap pegawai memiliki fondasi integritas yang kokoh dalam menjalankan tugasnya.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menekankan peran krusial moralitas pegawai dalam membentuk citra positif institusi di mata publik. Menurutnya, citra BPOM sebagai regulator dan pelayan masyarakat sangat bergantung pada integritas para penggeraknya.
"Pagi ini kami melakukan pembinaan berhubungan dengan nilai BerAKHLAK. Salah satunya menanamkan integritas dan motivasi untuk melayani masyarakat," ujar Taruna Ikrar dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung BPOM.
Beliau menambahkan bahwa pembinaan ini mencakup penanaman nilai-nilai inti yang esensial bagi seorang abdi negara. Fokus utamanya adalah pada integritas pribadi dan motivasi untuk senantiasa melayani masyarakat dengan baik.
Konferensi pers tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Juli 2026, di Gedung BPOM. Acara ini menjadi momentum penting untuk menggarisbawahi keseriusan BPOM dalam membangun budaya antikorupsi.
Taruna Ikrar juga menyatakan bahwa kemegahan fasilitas kantor bukanlah penentu utama citra BPOM. Sebaliknya, citra institusi justru lebih ditentukan oleh kejujuran dan dedikasi para pegawai dalam menjalankan fungsi pelayanan publik.
"Pagi ini kami melakukan pembinaan berhubungan dengan nilai BerAKHLAK. Salah satunya menanamkan integritas dan motivasi untuk melayani masyarakat," ujar Taruna Ikrar.
Hal ini menunjukkan bahwa BPOM memprioritaskan aspek internal para pegawainya, yaitu karakter dan etos kerja, sebagai pilar utama dalam menjaga kepercayaan publik.