INFOTREN.ID - Pergerakan harga Bitcoin (BTC) pada Kamis pagi, 21 Mei 2026, menunjukkan tren pemulihan yang cukup signifikan setelah berhasil melampaui ambang batas psikologis US$ 77.000. Kenaikan ini menjadi sorotan utama di tengah kondisi pasar aset kripto yang sedang kompleks.

Peristiwa penting ini terjadi pada pagi hari, menandai pencapaian penting bagi Bitcoin dalam menghadapi berbagai dinamika pasar yang ada. Pencapaian harga ini menarik perhatian para pelaku pasar dan analis kripto di seluruh dunia.

Kenaikan harga ini terjadi di tengah adanya tekanan pasar yang cukup berat, terutama terkait dengan arus keluar dana dari produk investasi ETF Bitcoin spot. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian di kalangan investor institusional mengenai aset kripto utama tersebut.

Selain tantangan dari sisi arus dana ETF, sentimen pasar secara keseluruhan juga dipengaruhi oleh kekhawatiran yang lebih luas mengenai potensi perlambatan ekonomi secara global. Isu makroekonomi ini turut memberikan sentuhan tantangan bagi pergerakan harga BTC.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, kenaikan harga Bitcoin yang melampaui US$ 77.000 ini merupakan sebuah perkembangan yang cukup signifikan. Situasi ini menunjukkan adanya daya tahan aset kripto tersebut meskipun ada tekanan dari faktor internal dan eksternal.

Dalam konteks ini, arus keluar dana dari produk ETF Bitcoin spot menjadi salah satu variabel penting yang memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan. Investor tampak menimbang kembali alokasi aset mereka di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Pergerakan harga Bitcoin (BTC) menunjukkan tren pemulihan yang cukup signifikan pada Kamis pagi, 21 Mei 2026, setelah berhasil menembus ambang batas psikologis US$ 77.000," demikian disampaikan oleh sumber berita tersebut.

Sumber tersebut juga menyoroti bahwa kenaikan ini terjadi dalam kondisi pasar yang kompleks dan penuh tantangan. Hal ini menggarisbawahi bahwa pencapaian harga tersebut tidak datang tanpa hambatan pasar yang signifikan.

Lebih lanjut, terdapat penekanan bahwa peristiwa ini berlangsung di tengah berbagai tekanan pasar yang berasal dari arus keluar dana yang cukup besar dari produk ETF Bitcoin spot. Hal ini menunjukkan adanya dinamika jual beli yang intens di pasar institusional.