INFOTREN.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi mengumumkan kelanjutan dari program pembelian kembali saham atau buyback yang dilaksanakan oleh Perseroan. Aksi korporasi strategis ini dijadwalkan dimulai kembali pada tanggal 28 April 2026.

Keputusan untuk melanjutkan program buyback ini bukanlah hal yang tiba-tiba, melainkan telah melalui proses persetujuan dari para pemegang saham. Persetujuan tersebut telah diperoleh secara resmi dalam ajang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan.

RUPST yang menjadi landasan kelanjutan program ini diselenggarakan pada 12 Maret 2026 lalu. Agenda utama rapat tersebut adalah membahas dan menyetujui rencana kerja serta korporasi untuk tahun buku 2025.

Perpanjangan durasi program ini menunjukkan komitmen jangka panjang BCA dalam mengelola struktur modalnya dan memberikan sinyal positif kepada investor. Program ini akan berlangsung hingga Maret 2027.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, memberikan pandangan mengenai alasan di balik keputusan penting ini. Aksi ini merupakan langkah strategis yang diambil oleh manajemen puncak perusahaan.

Menurut Hendra Lembong, pelaksanaan pembelian kembali saham ini adalah penegasan optimisme perusahaan terhadap kondisi pasar modal yang ada di Indonesia. Hal ini merupakan indikator penting bagi kesehatan pasar.

Lebih lanjut, Hendra Lembong menekankan bahwa langkah buyback ini juga merupakan cerminan keyakinan kuat BCA terhadap kesehatan fundamental bisnis yang selama ini dijalankan. Manajemen sangat percaya diri dengan kinerja operasional bank.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, aksi korporasi ini menandakan bahwa BCA melihat prospek bisnis yang cerah ke depan, sehingga memutuskan untuk mengalokasikan dana guna membeli kembali sahamnya di pasar.

Perpanjangan program ini diharapkan dapat memberikan stabilitas harga saham dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham yang dipertahankan. Langkah ini sejalan dengan tata kelola perusahaan yang baik.