INFOTREN.ID - Penyidik dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) telah memanggil jajaran manajemen dari penyelenggara acara Djakarta Warehouse Project (DWP). Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari isu yang berkembang mengenai dugaan promosi produk tertentu selama gelaran acara tersebut.
Fokus utama dari pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian adalah isu seputar dugaan promosi gas nitrous oxide (N2O). Gas ini dikenal luas oleh masyarakat dengan sebutan gas tertawa, dan dalam konteks ini dikaitkan dengan merek dagang tertentu.
Dugaan promosi tersebut dilaporkan terjadi secara bersamaan dengan waktu penyelenggaraan DWP pada tahun 2023 lalu. Pihak kepolisian berupaya mendalami sejauh mana keterlibatan promosi produk tersebut dalam rangkaian acara musik tahunan itu.
Salah satu perwakilan yang hadir untuk memenuhi panggilan penyidik kepolisian adalah Direktur dari Ismaya Live, David Ferdian. Kehadiran para perwakilan manajemen ini menunjukkan adanya respons serius terhadap isu yang mencuat ke permukaan publik.
David Ferdian tercatat tiba di gedung Bareskrim Polri pada hari Senin sore. Kedatangannya ke kantor penegak hukum tersebut dilakukan tepat pada pukul 15.00 WIB.
Lokasi pemeriksaan berlangsung di gedung Bareskrim Polri yang secara geografis berada di wilayah Jakarta Selatan. Proses pemeriksaan ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan keterangan lebih lanjut mengenai dugaan pelanggaran yang terjadi.
"Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memanggil jajaran manajemen dari penyelenggara Djakarta Warehouse Project (DWP)," Dikutip dari HOTNEWS.ID.
"Adapun fokus pemeriksaan tersebut adalah mengenai dugaan promosi gas nitrous oxide (N2O) yang dikenal sebagai gas tertawa dengan merek 'Whip Pink'," Dikutip dari HOTNEWS.ID.
"Direktur dari Ismaya Live, David Ferdian, merupakan salah satu perwakilan manajemen yang hadir memenuhi panggilan penyidik kepolisian tersebut," Dikutip dari HOTNEWS.ID.