INFOTREN.ID - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memperkenalkan konsep pembangunan berkelanjutan Indonesia dalam forum internasional. Suharso menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di tengah tantangan geopolitik. Suharso Monoarfa mengatakan, "Indonesia berkomitmen penuh untuk mencapai SDGs 2030, namun ini memerlukan dukungan dan kemitraan dari seluruh dunia." Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri forum internasional di Singapura pada Selasa (15/10/2024). Forum ini dihadiri oleh berbagai delegasi negara dan organisasi internasional guna membahas strategi pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Suharso juga menyoroti peran inovasi teknologi dalam mempercepat transisi energi bersih di Indonesia. "Inovasi teknologi, khususnya di sektor energi terbarukan, adalah kunci untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan," jelasnya. Selain itu, ia juga membahas mengenai implementasi pembangunan rendah karbon (Low Carbon Development Strategy/LCDS) yang sedang digalakkan pemerintah. Dikutip dari Media Nasional, Suharso berharap forum ini dapat menghasilkan langkah konkret dalam pendanaan hijau dan transfer pengetahuan.
JUDUL: Strategi Pembangunan Berkelanjutan Indonesia Disorot dalam Pertemuan Internasional di Singapura
DESKRIPSI: Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memaparkan komitmen Indonesia dalam mencapai SDGs 2030 dan pentingnya kolaborasi global di forum internasional Singapura.
PT MBI Gandeng Disnakertrans Muba Seleksi Ketat 25 Petugas Keamanan Prioritas Warga Lokal
KONTEN:
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, baru-baru ini memperkenalkan kerangka pembangunan berkelanjutan yang diterapkan oleh Indonesia dalam sebuah forum tingkat internasional. Langkah ini menunjukkan komitmen serius pemerintah Indonesia dalam mengadopsi praktik pembangunan yang berwawasan jangka panjang.
Acara penting ini berlangsung di Singapura pada hari Selasa, 15 Oktober 2024, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan negara serta organisasi internasional terkemuka. Tujuan utama pertemuan tersebut adalah untuk membahas strategi pemulihan ekonomi global setelah melewati masa sulit pandemi.
Peluang Emas Mahasiswi Baru UGM 2026: Beasiswa STEM Kolaborasi Internasional Telah Dibuka
Dalam kesempatan tersebut, Suharso Monoarfa secara tegas menggarisbawahi tantangan geopolitik yang tengah dihadapi dunia saat ini. Isu-isu global tersebut menjadi latar belakang penting dalam upaya kolektif untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs hingga tahun 2030 mendatang.
Suharso menyampaikan bahwa keberhasilan mencapai target SDGs memerlukan dukungan yang solid dan kemitraan yang kuat dari seluruh elemen masyarakat global. "Indonesia berkomitmen penuh untuk mencapai SDGs 2030, namun ini memerlukan dukungan dan kemitraan dari seluruh dunia," ujar Suharso Monoarfa.
Lebih lanjut, Menteri PPN juga menyoroti peran krusial dari inovasi teknologi dalam mendorong percepatan transisi menuju sektor energi yang lebih bersih di Indonesia. Teknologi dianggap sebagai katalisator utama dalam mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.