INFOTREN.ID - Bank Jakarta secara tegas menyatakan bahwa optimalisasi keamanan siber akan menjadi inti dari setiap langkah pengembangan digitalisasi layanan perbankan mereka ke depan. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap dinamika ancaman serangan siber yang semakin kompleks dan masif.
Fokus utama bank ini adalah memastikan bahwa seluruh sistem operasional, mulai dari identifikasi nasabah hingga infrastruktur digital, tetap tangguh dan relevan. Hal ini penting agar layanan perbankan dapat terus berjalan tanpa hambatan di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, mengungkapkan bahwa inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis di berbagai daerah. Namun, pengembangan tersebut juga harus didukung oleh penguatan aspek fundamental seperti sistem transportasi data yang aman dan perlindungan risiko digital.
Agus Haryoto Widodo menyampaikan komitmen ini usai menghadiri sebuah forum penting di ibu kota. Acara tersebut adalah bincang-bincang bertajuk "Shaping the Next Era of Indonesia's Capital Market" yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Investor Day 2026.
Peristiwa penting ini berlangsung pada hari Selasa, 30 Juni 2026, di lokasi bergengsi Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Momen ini menjadi penegasan arah strategis bank di tengah ekosistem pasar modal nasional.
"Ke depan, penguatan terhadap keamanan siber dan berbagai aspek keamanan digital akan menjadi bagian dari langkah yang akan kami jalankan berikutnya," ujar Agus Haryoto Widodo. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa keamanan bukan lagi pelengkap, melainkan prasyarat utama inovasi digital.
Bank Jakarta melihat investasi dalam keamanan siber sebagai benteng pertahanan krusial. Tujuannya adalah menjaga kepercayaan nasabah serta integritas data transaksi di era di mana serangan digital menjadi risiko bisnis yang nyata.
Dilansir dari JakartaHype.com, langkah proaktif Bank Jakarta ini diharapkan dapat menjadi standar baru dalam industri perbankan nasional. Mereka berupaya menjaga stabilitas layanan sambil terus mendorong penetrasi digital yang lebih luas.