INFOTREN.ID - Kondisi layanan Kereta Rel Listrik (KRL) untuk rute Green Line atau jalur Tanah Abang mengalami disrupsi signifikan pada Senin sore (4/5). Gangguan ini dipicu oleh dua faktor utama yang terjadi secara bersamaan, yakni pemadaman listrik dan genangan air akibat hujan deras.
Lokasi spesifik yang terdampak parah adalah jalur antara Stasiun Kebayoran hingga Pondok Ranji, di mana banjir dilaporkan menggenangi lintasan kereta api. Pihak operator melalui akun resmi mereka mengonfirmasi adanya genangan air tersebut.
"Terdapat genangan air imbas hujan deras di antara jalur Stasiun Kebayoran-Pondok Ranji," tulis akun resmi @CommuterLine pada Senin (4/5).
Akibat akumulasi gangguan tersebut, pantauan di Stasiun Kebayoran menunjukkan situasi yang tidak terkendali menjelang pukul 18.56 WIB. Penumpang terlihat memadati area stasiun dalam kondisi yang digambarkan sebagai chaos.
Untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat kepadatan ekstrem, petugas mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional eskalator. Petugas juga melarang penumpang naik atau turun melalui jalur tersebut karena tingginya volume orang.
Petugas di lapangan juga sempat memberikan informasi mengenai upaya penanganan gangguan tersebut. "Petugas juga mengabarkan bahwa ada informasi lanjutan soal gangguan tersebut bakal teratasi," demikian disampaikan petugas kepada para penumpang.
Pada pukul 18.24 WIB, KAI Commuter telah mengumumkan rekayasa operasional untuk perjalanan KRL rute Rangkasbitung pulang-pergi (PP). Mereka menginformasikan bahwa perjalanan saat itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan satu jalur secara bergantian.
Lebih lanjut, pihak operator menjelaskan pembatasan operasional yang diterapkan, di mana perjalanan KRL dari arah tertentu hanya akan berhenti sampai Stasiun Serpong. "KA 1757D (Rangkasbitung-Tanah Abang) Perjalanan hanya sampai Stasiun Serpong, kembali sebagai KA 1760D (Serpong-Rangkasbitung)," tulis KAI Commuter.
Kondisi serupa juga terjadi di Stasiun Rawa Buntu, di mana ratusan penumpang terlihat memadati peron dan menunggu jadwal kereta yang menjadi tidak menentu akibat situasi ini.