INFOTREN.ID - Selama bertahun-tahun Bali dikenal dunia sebagai destinasi wisata internasional yang mengandalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya. Namun di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, hingga persaingan sumber daya manusia global, pertanyaan besar mulai muncul: apa yang akan menjadi kekuatan Bali di masa depan selain pariwisata?

Universitas Udayana (Unud) tampaknya telah mulai menyiapkan jawabannya.

Dalam diskusi bersama sejumlah media di Kampus Universitas Udayana, Rektor Unud Prof. I Ketut Sudarsana menjelaskan bahwa berbagai program yang tengah dijalankan kampus bukanlah proyek yang berdiri sendiri. Mulai dari memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa, membangun laboratorium teknologi berbasis AI, hingga memperkuat identitas budaya Bali melalui pembangunan Monumen Perwujudan Prabu Udayana, seluruhnya diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman.

"Bali adalah etalase Indonesia. Banyak tamu internasional yang datang ke Bali kemudian ingin melihat bagaimana universitas di Indonesia. Karena itu Universitas Udayana harus mampu menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia kepada dunia," ujar Sudarsana.


Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang

Salah satu fokus yang ditekankan Universitas Udayana adalah memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang digagas Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut Sudarsana, pendidikan tidak boleh menjadi hak yang hanya dapat dinikmati oleh mereka yang memiliki kemampuan ekonomi. Karena itu, Unud membuka kesempatan bagi seluruh program studi, termasuk program-program favorit seperti Kedokteran, untuk menerima mahasiswa penerima SKSS selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Pada tahun lalu, sebanyak 99 mahasiswa Universitas Udayana menerima manfaat program tersebut. Tahun ini kampus menargetkan dapat menerima hingga 250 mahasiswa penerima SKSS apabila seluruh persyaratan dapat dipenuhi.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti sebagai program pemerintahan lima tahunan, tetapi berkembang menjadi kebijakan strategis jangka panjang yang memiliki pendanaan berkelanjutan, serupa dengan konsep dana abadi pendidikan.

Menyiapkan Generasi Era AI