INFOTREN.ID - Perjalanan di jalur vital penghubung dua kabupaten, yakni Trenggalek dan Ponorogo, mengalami gangguan signifikan pada Jumat pagi, 22 Mei 2026. Hal ini disebabkan oleh runtuhnya material batu dari lereng perbukitan di ruas jalan nasional KM 16.

Akses lalu lintas utama tersebut terpaksa ditutup sementara oleh pihak berwenang sebagai tindakan preventif untuk menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan yang melintas di area tersebut. Penutupan ini diberlakukan sejak pagi hari di lokasi yang berada di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Selain ancaman jatuhnya bongkahan batu susulan, kondisi cuaca saat itu turut memperburuk situasi. Keberadaan kabut tebal di lokasi kejadian turut membatasi jarak pandang para pengendara, sehingga meningkatkan potensi risiko kecelakaan lalu lintas.

Pihak otoritas penanggulangan bencana setempat segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan sementara arus kendaraan. Keputusan ini diambil demi mengantisipasi potensi jatuhnya korban jiwa akibat insiden longsor batu tersebut.

Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengonfirmasi penutupan tersebut dan menekankan bahwa keselamatan publik adalah prioritas utama mereka saat ini.

"Betul, tadi pagi KM 16 di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek kami tutup sementara karena ada material batu yang jatuh. Ini kami lakukan demi keamanan bersama," ujar Triadi pada hari Jumat (22/5/2026).

Triadi lebih lanjut menjelaskan urgensi dari penutupan ini, berharap tidak ada lagi insiden menimpa pengendara yang melintas di jalur rawan tersebut.

"Kami ingin yang melintasi jalur ini selamat semua, jangan sampai kejadian mobil tertimpa batu kembali terjadi," jelas Stefanus Triadi Atmono.

Saat ini, sistem pengaturan lalu lintas berupa pengalihan arus dan sistem buka-tutup sedang diterapkan secara ketat oleh petugas di lapangan. Pengendara roda dua serta mobil pribadi diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan.