INFOTREN.ID - Amerika Serikat (AS) telah secara resmi mengajukan tudingan serius terkait dugaan praktik pencurian teknologi di bidang kecerdasan buatan (AI) yang diarahkan kepada China. Langkah diplomatik ini sontak meningkatkan ketegangan yang sudah ada antara kedua negara adidaya tersebut.
Kementerian Perdagangan China tidak tinggal diam dalam menyikapi tudingan yang dilayangkan oleh Amerika Serikat. Pihak Beijing dengan tegas menyatakan sikap penolakan mereka terhadap klaim tersebut.
Mereka menyebut tindakan yang diambil oleh AS sebagai sebuah bentuk upaya yang tidak dapat diterima. Upaya tersebut dikategorikan sebagai "hegemoni AI" yang berpotensi menghambat kemajuan teknologi negara lain.
Tudingan dari AS ini muncul sebagai respons langsung terhadap berbagai langkah yang telah ditempuh oleh pemerintahan Amerika Serikat. Langkah-langkah tersebut dianggap merugikan dan menghambat perkembangan pesat teknologi AI yang sedang digalakkan oleh China.
Namun, hingga saat ini, detail spesifik mengenai tudingan pencurian teknologi yang dilayangkan oleh pihak Amerika Serikat belum diungkapkan secara rinci kepada publik. Informasi lebih lanjut mengenai bukti atau kasus spesifik masih belum tersedia.
"Tindakan Amerika Serikat ini adalah bentuk upaya hegemoni AI yang tidak dapat diterima," ujar perwakilan Kementerian Perdagangan China dalam pernyataan resminya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa China melihat langkah AS bukan sekadar tudingan, melainkan sebuah strategi untuk mendominasi lanskap teknologi kecerdasan buatan global.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, ketegangan antara kedua negara ini menyoroti pers