INFOTREN.ID - Gangguan pasokan listrik yang masif melanda Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah memaksa pemerintah daerah mengambil tindakan cepat. Kejadian ini memicu diberlakukannya skema pemadaman listrik bergilir di berbagai wilayah kota tersebut.
Menanggapi situasi darurat ini, Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, segera mengambil langkah proaktif. Beliau langsung menginisiasi koordinasi intensif dan pertemuan tatap muka dengan jajaran manajemen PT PLN (Persero) wilayah setempat.
Tujuan utama dari komunikasi mendesak ini adalah untuk mencari solusi pemulihan yang cepat atas gangguan kelistrikan yang sedang terjadi. Pasalnya, sektor kelistrikan kini merupakan urat nadi vital yang menopang hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat modern.
MABM Sanggau Tegaskan Sikap, Tuntut PLN Perbaiki Pasokan Listrik atau Hadapi Demonstrasi Massal
Permasalahan ini menjadi perhatian serius karena pemadaman listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya dapat memberikan dampak signifikan. Dampak tersebut meliputi terganggunya aktivitas rumah tangga, terhambatnya pelayanan publik esensial, hingga terancamnya keberlangsungan sektor usaha lokal.
Pertemuan koordinasi tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, di mana Wali Kota Yamin berupaya mendapatkan gambaran utuh mengenai akar permasalahan teknis yang memicu pemadaman. Upaya ini dilakukan untuk memastikan transparansi informasi kepada publik.
Saat memberikan keterangan kepada awak media di Banjarmasin, Wali Kota Yamin menyampaikan poin-poin penting hasil komunikasi awal yang telah dilakukan bersama pihak penyedia listrik negara. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik.
"Kami telah melakukan komunikasi awal mengenai akar permasalahan yang menyebabkan gangguan ini terjadi," ujar Wali Kota Yamin HR, menekankan pentingnya transparansi data.
Wali Kota Yamin juga menekankan bahwa transparansi informasi mengenai situasi kelistrikan saat ini sangat krusial. Masyarakat berhak mendapatkan data yang akurat dan terverifikasi mengenai penyebab dan estimasi waktu pemulihan normal.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, langkah cepat Wali Kota ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam menjaga stabilitas layanan publik di tengah krisis energi sementara. Koordinasi intensif diharapkan membuahkan hasil konkret dalam waktu dekat.