INFOTREN.ID - Masyarakat Adat Budaya Melayu Bersatu (MABM) Kabupaten Sanggau belum lama ini menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kondisi kelistrikan di wilayah mereka. Sikap resmi ini menunjukkan ketidakpuasan komunitas terhadap kinerja penyedia layanan listrik.
Pemicu utama dari kegelisahan warga adalah frekuensi pemadaman listrik yang terjadi secara berulang, baik terjadwal maupun mendadak. Kondisi ini telah berlangsung dalam periode waktu yang cukup lama di berbagai wilayah kecamatan di Sanggau.
Akibat dari gangguan pasokan listrik yang tidak stabil ini, berbagai aktivitas ekonomi masyarakat mengalami hambatan serius. Selain itu, kehidupan sosial dan kegiatan sehari-hari warga juga sangat terganggu oleh kondisi tersebut.
Sebagai bentuk protes yang tegas dan penegasan tuntutan, MABM kini secara terbuka mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa skala besar. Ancaman ini merupakan langkah eskalasi jika tuntutan mereka tidak segera direspons dengan baik.
Pihak MABM telah merumuskan pernyataan mosi tidak percaya secara resmi yang ditujukan langsung kepada jajaran manajemen PLN setempat. Ini menandakan bahwa komunikasi formal antara masyarakat dan perusahaan telah mencapai titik kritis.
Ancaman demonstrasi ini diprediksi akan dieksekusi apabila dalam waktu dekat tidak terlihat adanya perbaikan signifikan pada sistem kelistrikan. Mereka menuntut adanya kepastian mengenai pasokan listrik yang stabil dan andal bagi seluruh masyarakat Sanggau.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, MABM menyatakan bahwa mereka tidak akan menoleransi pemadaman yang terus menerus terjadi. "Sikap ini diwujudkan dalam bentuk pernyataan mosi tidak percaya resmi yang ditujukan kepada manajemen PLN setempat," tegas perwakilan MABM.
Lebih lanjut, mereka menekankan bahwa kelanjutan aksi protes akan bergantung pada respons cepat dari PLN. "Ancaman aksi ini akan dieksekusi apabila dalam waktu dekat tidak ada perbaikan signifikan dan kepastian pasokan listrik yang stabil dari pihak PLN," tambah mereka.