INFOTREN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda berbagai wilayah di Indonesia pada hari Jumat, 29 Mei 2026. Peringatan ini disampaikan menyusul adanya dinamika atmosfer signifikan yang dipicu oleh pergerakan Siklon Tropis Jangmi.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini dipicu oleh pergerakan Siklon Tropis Jangmi yang terpantau berada di wilayah utara Filipina. Sistem siklonik ini menjadi pemicu utama perubahan pola cuaca di kawasan Indonesia.
Menurut pemantauan, Siklon Tropis Jangmi memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dengan tekanan udara minimum tercatat sebesar 998 hPa. BMKG memprediksi bahwa siklon tersebut akan terus menguat dan bergerak menuju arah barat laut dalam rentang waktu 48 hingga 72 jam ke depan.
Pergerakan Siklon Jangmi ini secara signifikan memengaruhi kondisi atmosfer di Indonesia, menciptakan daerah konvergensi dan konfluensi yang membentang luas dari Samudra Pasifik Utara, Maluku, hingga Papua. Selain itu, sirkulasi siklonik lain di Laut Cina Selatan juga menyebabkan pertemuan angin yang signifikan.
Pertemuan angin yang berasal dari Pulau Natuna menuju wilayah Sumatra dan Jawa menjadi salah satu dampak dari dinamika atmosfer yang diciptakan oleh siklon ini. Dampak utama dari Siklon Jangmi adalah peningkatan pasokan uap air yang memicu instabilitas atmosfer yang tinggi di Indonesia.
Instabilitas atmosfer tersebut terlihat sangat signifikan di bagian tengah dan timur Indonesia, yang kemudian memacu pertumbuhan awan hujan secara masif di berbagai kota besar. BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap sebaran hujan dengan intensitas sedang hingga disertai petir di beberapa wilayah yang telah diidentifikasi.
"Masyarakat diimbau waspada terhadap sebaran hujan dengan intensitas sedang hingga petir di beberapa wilayah berikut," merupakan bagian dari peringatan yang dikeluarkan oleh BMKG terkait kondisi cuaca ekstrem ini. Dilansir dari Media Indonesia, peringatan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan publik.
Wilayah Jawa seperti Jakarta, Serang, Yogyakarta, dan Surabaya diprediksi akan diguyur hujan disertai petir, sementara Bandung dan Semarang diperkirakan hanya mengalami hujan ringan. Untuk Sumatra, potensi hujan petir melanda Banda Aceh, Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung.
Sementara itu, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara juga perlu waspada, dengan potensi hujan petir di Palangkaraya, Banjarmasin, Tanjung Selor, Denpasar, Mataram, serta Kupang, meskipun Pontianak dan Samarinda diprakirakan hanya hujan ringan.