INFOTREN.ID - Perkembangan menarik dalam isu bantuan medis untuk mengakhiri hidup kini terjadi di Kanada, melibatkan seorang figur publik. Aktris Kanada, Claire Brosseau yang berusia 49 tahun, tengah menempuh jalur hukum yang tidak lazim.
Wanita tersebut secara resmi mengajukan permohonan kepada Pengadilan Tinggi Ontario. Permohonan ini bertujuan untuk mendapatkan izin menjalani prosedur eutanasia atau suntik mati.
Langkah ini menjadi sorotan karena Brosseau dinyatakan sehat secara fisik oleh medis. Kondisi fisiknya tidak memenuhi kriteria utama yang biasanya disyaratkan dalam regulasi bantuan medis untuk mengakhiri hidup di yurisdiksi tersebut.
Keputusan drastis ini, yang menjadi inti permasalahannya, didasarkan pada penderitaan mental yang sudah berlangsung lama. Brosseau telah berjuang melawan kondisi kesehatan mental yang parah selama bertahun-tahun lamanya.
Secara spesifik, Brosseau diketahui menderita gangguan bipolar disorder yang telah berdampak signifikan pada kualitas hidupnya sehari-hari. Gangguan ini sering kali diperparah oleh gejala PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder).
Beban mental yang ditanggungnya sangat berat, membatasi aktivitas normalnya sebagai seorang individu. Ia mengungkapkan betapa sulitnya menghadapi setiap hari dengan kondisi psikologis yang mencekik tersebut.
Akibat kondisi mental akut yang dialaminya, Brosseau seringkali merasa terisolasi. Ia mengaku bahwa dirinya kerap kali terkurung di dalam rumahnya sendiri selama berbulan-bulan tanpa bisa berinteraksi normal.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, aktris yang pernah beradu akting dengan aktor terkenal James Franco ini merasa bahwa penderitaan mentalnya layak dipertimbangkan dalam konteks hak untuk menentukan akhir hidupnya.
"Ia mengaku sering kali terkurung di rumahnya sendiri dalam waktu berbulan-bulan lamanya," ujar perwakilan dari pihak Brosseau mengenai kondisi isolasi yang dialaminya.