INFOTREN.ID - Memasuki tahun 2026, Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah DKI Jakarta menunjukkan keseriusan dalam mengintegrasikan isu lingkungan hidup ke dalam program kerjanya, terutama dalam momentum Hari Bumi. Aksi kolektif ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan penegasan tanggung jawab institusional terhadap kelestarian alam di tengah padatnya Ibu Kota.
Peringatan Hari Bumi 2026 menjadi titik tolak bagi Kemenag DKI Jakarta untuk menggalakkan gerakan menanam, sebuah simbol nyata dari upaya menjaga bumi yang menjadi amanah bersama. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan internal kementerian untuk menciptakan dampak ekologis yang berkelanjutan di wilayah Jakarta.
Aksi penanaman pohon secara masif telah direncanakan dan dilaksanakan di berbagai lokasi strategis di Jakarta, sebagai wujud konkret dari implementasi nilai-nilai keagamaan yang menuntut pemeliharaan lingkungan. Langkah ini sejalan dengan semangat menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan yang semakin terancam.
Salah satu fokus utama kegiatan tersebut adalah penekanan pada edukasi publik mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan ruang terbuka hijau. Kemenag DKI Jakarta berupaya menjadikan isu lingkungan sebagai bagian integral dari dakwah dan pembinaan umat.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta menegaskan pentingnya inisiatif ini sebagai bagian dari ibadah kolektif yang berdampak luas bagi generasi mendatang. "Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga bumi adalah bagian dari iman dan tanggung jawab kita bersama," ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa program ini akan terus berlanjut melampaui perayaan Hari Bumi saja, bertujuan menjadikan Jakarta lebih hijau secara permanen. "Komitmen ini bukan hanya untuk Hari Bumi 2026, melainkan upaya jangka panjang yang harus dilakukan secara berkelanjutan," kata beliau.
Keterlibatan aktif dari seluruh jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) dan satuan kerja di bawah naungan Kemenag DKI Jakarta menjadi kunci sukses pelaksanaan agenda penghijauan ini. Setiap unit dituntut untuk menginisiasi kegiatan serupa di area tanggung jawab masing-masing.
Dikutip dari sumber berita, kegiatan penanaman ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi lain di Jakarta untuk turut serta dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui aksi nyata di lapangan. Langkah Kemenag ini diharapkan memicu respons positif dari masyarakat luas.
Melalui program "Menanam Niat, Menjaga Bumi," Kemenag DKI Jakarta mengirimkan pesan kuat bahwa institusi keagamaan memiliki peran vital dalam mendorong kesadaran ekologis masyarakat urban. Ini adalah perpaduan antara spiritualitas dan tanggung jawab sosial lingkungan.