INFOTREN.ID - Konglomerat terkemuka Indonesia, Sudono Salim, yang juga dikenal dengan nama Liem Sioe Liong, membangun reputasi bisnisnya yang sangat panjang dan erat kaitannya dengan era kekuasaan Orde Baru. Fondasi awal kesuksesannya dibangun melalui kedekatan personal yang ia miliki dengan Presiden Soeharto.
Kedekatan antara Sudono Salim dan Soeharto ini bahkan sudah terjalin sejak Soeharto masih memegang pangkat kolonel. Hubungan personal yang kuat ini menjadi salah satu pilar utama yang menopang ekspansi bisnis sang konglomerat selama beberapa dekade.
Pada periode awal kemerdekaan Indonesia, Sudono Salim telah aktif dalam berbagai sektor perekonomian yang vital bagi negara. Ia dikenal terlibat aktif dalam bisnis impor komoditas strategis seperti cengkeh.
Selain itu, jaringan bisnisnya juga mencakup penyediaan logistik yang sangat dibutuhkan oleh kebutuhan militer pada masa itu. Aktivitas bisnis ini membuktikan kemampuannya membangun koneksi di sektor-sektor sensitif sejak dini.
Jaringan bisnis yang luas dan strategis ini dengan cepat menarik perhatian Kolonel Soeharto. Perhatian tersebut kemudian berkembang menjadi kemitraan bisnis yang saling menguntungkan dan strategis bagi kedua belah pihak.
Kemitraan strategis antara Sudono Salim dan Soeharto ini difasilitasi melalui perantara penting dalam keluarga mereka. Disebutkan bahwa koneksi ini terjalin melalui sepupu Soeharto yang bernama Sulardi.
Kemitraan strategis melalui perantara tersebut kemudian menjadi fondasi awal bagi perkembangan dan perluasan kerajaan bisnis yang dikelola oleh Sudono Salim. Hal ini menunjukkan bagaimana kedekatan politik dan bisnis saling terkait erat di masa itu.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, disebutkan bahwa kedekatan personal antara Sudono Salim atau Liem Sioe Liong dengan Presiden Soeharto menjadi fondasi awal kesuksesannya. Hal ini menunjukkan peran fundamental koneksi politik dalam membangun imperium bisnis di era tersebut.
"Kedekatan personalnya dengan Presiden Soeharto, bahkan sejak masa sang presiden masih berpangkat kolonel, menjadi fondasi awal kesuksesannya," demikian pernyataan yang termuat dalam analisis tersebut.