INFOTREN.ID - Salah satu tujuan dalam membangun bisnis adalah membawa usaha tersebut terus bertumbuh, baik dengan cara memperluas jangkauan maupun membawanya ke tahap berikutnya. Namun pada praktiknya, scale up bisnis tidak selalu dimulai dari membuka banyak cabang atau memperluas pasar secepat mungkin. 

Bagi Daniel, pelaku usaha di balik Mie Ayam Bintang, pertumbuhan justru berawal dari hal yang lebih mendasar, yaitu memahami setiap detail usaha, membangun sistem yang siap dijalankan, lalu menjaganya tetap rapi seiring bisnis berkembang.

Sekilas, usaha mi ayam sering dipandang sebagai bisnis yang sederhana. Namun bagi Daniel, yang selama ini tumbuh bersama usaha keluarga pembuat mi mentah, bisnis ini justru mengajarkan bahwa usaha yang terlihat sederhana tetap membutuhkan fondasi yang kuat, dari kualitas bahan baku dan konsistensi rasa hingga operasional harian yang tertata. 

Pengalaman itu pula yang membuatnya melihat bahwa meski banyak orang tertarik membuka usaha mi ayam karena pasarnya jelas, tidak semuanya siap saat mulai menjalankannya. Dari sana, Daniel memahami bahwa peluang usaha tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada sistem yang lebih siap dijalankan.

Dari perjalanan tersebut, ada sejumlah pelajaran yang bisa dipetik pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ingin membawa usahanya bertumbuh. Perjalanan Mie Ayam Bintang menunjukkan bahwa scale up tidak harus selalu dimulai dari langkah besar. Ada proses yang perlu dibangun secara bertahap agar pertumbuhan bisnis bisa berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. 

Dikutip dari rilis DANA Indonesia, 28 April 2026, berikut lima cara scale up bisnis UMKM yang bisa dipelajari dari Mie Ayam Bintang.

1. Pahami dulu masalah nyata di balik peluang usaha

Salah satu langkah penting untuk scale up adalah memahami persoalan nyata di lapangan. Daniel melihat banyak orang tertarik membuka usaha mi ayam karena pasarnya jelas, tetapi tidak semuanya siap menjalankannya. 

Menurutnya, usaha ini tetap butuh fondasi yang kuat, mulai dari kualitas bahan baku, konsistensi rasa, hingga operasional harian yang tertata. Dari situ, Daniel melihat peluang bukan hanya pada produk, tetapi juga pada sistem usaha yang lebih siap dijalankan.


Ada proses yang perlu dibangun secara bertahap agar pertumbuhan bisnis franchise kuliner bisa berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. foto: DANA