INFOTREN.ID - Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sedikitnya 150 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam 24 jam terakhir akibat serangan udara Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza. Total korban tewas sejak awal serangan Israel di Gaza kini mencapai lebih dari 36.000 jiwa.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra, menyampaikan perkembangan terbaru mengenai jumlah korban jiwa tersebut dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Kamis (6/6/2024). Ia menyebutkan bahwa di antara korban tewas terdapat banyak anak-anak dan perempuan yang menjadi korban ketidakadilan dan kekerasan yang tidak beralasan.
"Kami mencatat 150 martir baru dalam 24 jam terakhir. Angka ini terus bertambah seiring dengan intensitas serangan yang tidak berhenti," ujar Ashraf al-Qudra. Ia menambahkan bahwa sistem kesehatan di Gaza berada di ambang kehancuran total akibat kurangnya pasokan medis dan tenaga ahli.
PT MBI Gandeng Disnakertrans Muba Seleksi Ketat 25 Petugas Keamanan Prioritas Warga Lokal
Data resmi yang dirilis kementerian tersebut menunjukkan bahwa korban luka-luka mencapai lebih dari 500 orang dalam sehari terakhir. Jumlah total korban luka sejak dimulainya konflik ini telah melampaui 81.000 orang, menunjukkan skala krisis kemanusiaan yang mendalam di wilayah tersebut.
Serangan Israel dilaporkan menargetkan berbagai area di Gaza, termasuk kamp pengungsian dan infrastruktur sipil. Beberapa laporan menyebutkan serangan paling parah terjadi di wilayah selatan dan tengah Gaza.
Aksi militer ini terjadi di tengah upaya negosiasi gencatan senjata yang sempat menjanjikan hasil namun kini kembali menemui jalan buntu. PBB berulang kali menyerukan de-eskalasi dan perlindungan bagi warga sipil yang terjebak dalam baku tembak.
Peluang Emas Mahasiswi Baru UGM 2026: Beasiswa STEM Kolaborasi Internasional Telah Dibuka
Seorang warga Gaza yang selamat di Khan Younis, Fatima Ahmed, menggambarkan kengerian yang ia saksikan. "Suara ledakan tidak pernah berhenti, kami hanya berharap bisa selamat sampai pagi," kata Fatima Ahmed.
Sementara itu, otoritas kesehatan Palestina mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak memberikan bantuan darurat dan menghentikan apa yang mereka sebut sebagai genosida yang sedang berlangsung. Jumlah korban yang terus meningkat menjadi sorotan utama dalam forum-forum diplomatik global.
Dilansir dari Al Jazeera, total korban jiwa sejak Oktober 2023 kini telah melewati angka 36.000 orang, menjadikan konflik ini sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah modern kawasan tersebut.