INFOTREN.ID - Industri perangkat bergerak global diprediksi akan memasuki era baru pada paruh kedua tahun 2026 mendatang, ditandai dengan kehadiran teknologi semikonduktor yang lebih canggih. Momen penting ini diperkirakan akan terwujud melalui ajang Snapdragon Summit yang telah dijadwalkan berlangsung antara 22 hingga 24 September 2026.
Pada acara bergengsi tersebut, Qualcomm direncanakan akan memperkenalkan lini chipset andalan terbarunya, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 6 Series. Chipset ini menjadi pusat perhatian karena diklaim akan menjadi yang pertama di kelasnya yang diproduksi menggunakan proses fabrikasi mutakhir berukuran 2 nanometer (2nm).
Xiaomi kembali diposisikan sebagai merek pertama yang siap mengadopsi teknologi baru ini, dengan meluncurkan lini perangkat unggulan mereka, Xiaomi 18 Series. "Xiaomi kembali dipercaya menjadi merek pertama yang menghadirkan smartphone dengan chipset anyar tersebut melalui Xiaomi 18 Series," demikian informasi yang beredar.
Berbeda dari kebiasaan sebelumnya, Qualcomm disebut akan merilis dua varian sekaligus untuk seri flagship ini, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi standar dan versi Pro. Perubahan strategi ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya biaya produksi teknologi fabrikasi 2nm yang jauh lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya.
Kenaikan biaya ini juga dipengaruhi oleh komponen lain, termasuk harga memori yang ikut mengalami peningkatan signifikan. "Bahkan, informasi industri menyebut harga produksi satu unit Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dapat mencapai sekitar 300 dolar AS," demikian salah satu indikasi kenaikan biaya tersebut.
Oleh karena itu, Xiaomi mengambil langkah strategis dengan membagi penggunaan kedua jenis chipset tersebut di lini produk terbarunya untuk menjaga daya saing harga. Model tertinggi, Xiaomi 18 Pro Max, diproyeksikan akan menjadi satu-satunya varian yang ditenagai oleh Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro.
Sementara itu, model Xiaomi 18 dan Xiaomi 18 Pro akan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi standar, sebuah keputusan yang diambil agar harga jual perangkat tetap kompetitif di pasar. Kedua varian chipset ini dipastikan akan tetap mengusung arsitektur CPU Oryon terbaru dengan konfigurasi inti 2+3+3.
Perbedaan performa utama antara kedua chipset tersebut akan terlihat pada kemampuan grafis dan pemrosesan kecerdasan buatan (AI). Snapdragon 8 Elite Gen 6 standar diperkirakan akan dilengkapi GPU Adreno 845 dengan memori grafis internal 12MB dan last-level cache (LLC) sebesar 6MB.
Varian Pro akan membawa keunggulan lebih signifikan dengan GPU Adreno 850, memori grafis 18MB, dan LLC berkapasitas 8MB, serta dirancang untuk menangani pemrosesan AI di perangkat secara mandiri. Peningkatan ini memungkinkan fitur AI canggih, seperti penyuntingan foto berbasis AI, berjalan lebih cepat tanpa bergantung layanan cloud.