INFOTREN.ID - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyelesaikan investigasi lapangan terkait insiden tragis yang menimpa empat wisatawan keluarga di kawasan Glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pemeriksaan ini dilakukan menyusul meninggalnya rombongan tersebut pada Rabu (27/5).
Penyelidikan tersebut difokuskan untuk mengeliminasi kemungkinan adanya bahaya yang bersumber dari aktivitas vulkanik Gunung Sindoro yang mengelilingi area wisata tersebut. Tim petugas Badan Geologi secara langsung melakukan pengukuran konsentrasi gas di sekitar lokasi perkemahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan hasil peninjauan awal mereka setelah sampel udara di area perkemahan berhasil diuji oleh tim teknis.
"Berdasarkan hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran," ujar Lana Saria, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi.
Hasil pengujian parameter gas yang dilakukan menunjukkan kondisi yang aman bagi manusia yang berada di lokasi tersebut. Secara spesifik, kadar Karbon Dioksida (CO2) tercatat sebesar 0,03 persen.
Lebih lanjut, pengukuran juga menunjukkan bahwa gas-gas berbahaya lainnya seperti Hidrogen Sulfida (H2S), Sulfur Dioksida (SO2), dan Karbon Monoksida (CO) semuanya tercatat berada pada level 0 ppm, yang mengindikasikan tidak adanya emisi signifikan.
Kondisi lingkungan di sekitar Glamping Posong juga mendukung temuan tersebut, di mana pihak berwenang memantau bahwa vegetasi tumbuh normal tanpa menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat paparan zat kimia berbahaya.
Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Sindoro sendiri masih berada pada Level I atau status Normal, yang berarti gunung api tersebut tidak menunjukkan peningkatan aktivitas yang mengkhawatirkan.
Dengan adanya peninjauan dari Badan Geologi ini, fokus penentuan penyebab pasti kematian empat korban kini sepenuhnya bergeser kepada hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh kepolisian. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik kepolisian akan menjadi kunci utama dalam mengungkap misteri kematian tersebut.