INFOTREN.ID - Menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global, kekayaan pangan lokal Indonesia kembali menjadi sorotan utama. Komoditas yang seringkali dipandang sebelah mata, yaitu buah sukun, kini diyakini memiliki potensi besar untuk masa depan.
Buah sukun, yang akrab bagi masyarakat Indonesia sebagai camilan lezat, ternyata menyimpan nilai gizi tinggi yang menjanjikan. Potensinya kini dilirik sebagai solusi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di masa mendatang.
Profesor Edi Santosa, seorang Guru Besar dari Fakultas Pertanian IPB University, telah memberikan pandangan mendalam mengenai khasiat dan potensi buah sukun. Beliau menekankan bahwa sukun memiliki keunggulan nutrisi yang signifikan.
"Sukun lebih dari sekadar sumber karbohidrat biasa," tegas Prof Edi Santosa, menjelaskan bahwa kandungan gizinya melampaui anggapan umum masyarakat.
Potensi sukun sebagai "superfood" lokal semakin kuat dengan analisis mendalam mengenai kandungan nutrisinya. Buah ini dapat menjadi alternatif pangan yang sehat dan bergizi.
Fokus pada pengembangan sukun sebagai komoditas pangan strategis sangatlah penting. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk mencari solusi pangan yang berkelanjutan.
Pemanfaatan sukun dapat dilakukan dalam berbagai bentuk olahan, mulai dari makanan pokok pengganti nasi hingga produk turunan bernilai tambah. Diversifikasi pangan berbasis sukun menjadi kunci.
Peran akademisi seperti Prof Edi Santosa sangat vital dalam mengedukasi publik dan pemerintah mengenai pentingnya sukun. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat membuka potensi penuh buah lokal ini.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, perhatian terhadap sukun ini muncul di tengah kekhawatiran akan ketahanan pangan global yang semakin mendesak.