• INFOTREN.ID - Universitas Mercu Buana (UMB) mengambil inisiatif krusial dalam upaya meningkatkan daya saing nasional Indonesia. Langkah strategis ini diwujudkan melalui dorongan kuat untuk membangun kolaborasi yang sinergis antara sektor pangan dan energi.

Fokus utama kolaborasi ini adalah menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi kedua sektor vital tersebut. Dengan menggabungkan potensi dan sumber daya, diharapkan Indonesia dapat menghadapi tantangan ekonomi global dengan lebih tangguh.

Diskusi mendalam mengenai pentingnya integrasi sektor pangan dan energi ini telah menjadi agenda utama di lingkungan UMB. Forum ilmiah dan pertemuan antar pemangku kepentingan menjadi wadah strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret.

"Pentingnya kolaborasi lintas sektor pangan dan energi untuk meningkatkan daya saing nasional adalah sebuah keniscayaan," ujar Rektor UMB, Prof. Dr. Ngadino Slamet, M.Sc.

Beliau menambahkan bahwa sinergi ini akan membuka peluang baru dalam inovasi teknologi, efisiensi produksi, dan pengembangan kebijakan yang lebih komprehensif. Hal ini penting untuk kemajuan bangsa.

UMB secara aktif mengundang para akademisi, praktisi industri, perwakilan pemerintah, serta pelaku usaha untuk terlibat dalam dialog konstruktif. Tujuannya adalah menyelaraskan visi dan misi dalam penguatan sektor pangan dan energi.

"Kita perlu melihat bagaimana inovasi di sektor energi dapat mendukung ketahanan pangan, dan sebaliknya, bagaimana produksi pangan berkelanjutan dapat berkontribusi pada kebutuhan energi nasional," jelas Prof. Ngadino Slamet.

Inisiatif ini juga menekankan pentingnya riset dan pengembangan yang berkelanjutan. UMB berkomitmen untuk menjadi pusat riset yang menghasilkan solusi-solusi inovatif bagi permasalahan pangan dan energi di Indonesia.

Melalui kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan, UMB berupaya menjadikan Indonesia sebagai pemain yang lebih dominan di kancah global, baik dalam produksi pangan maupun dalam pemanfaatan sumber energi yang efisien dan ramah lingkungan.