INFOTREN.ID - Sebuah perselisihan finansial yang patut dicermati kini menjadi sorotan publik, melibatkan pengusaha asal Surabaya bernama Fajar Ramadhon dengan artis ternama Vicky Prasetyo. Permasalahan ini berpusat pada tagihan yang belum terselesaikan terkait penyediaan perangkat audio profesional.
Nilai tunggakan pembayaran yang dipermasalahkan mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp213 juta. Pembayaran tersebut seharusnya dilakukan atas penyediaan sistem suara (sound system) untuk salah satu lini bisnis kuliner milik Vicky Prasetyo, yaitu Kopi Revolusi.
Fajar Ramadhon, selaku pihak pemasok perangkat audio tersebut, akhirnya memutuskan untuk angkat bicara mengenai inti permasalahan yang melatarbelakangi penundaan pembayaran ini. Hal ini dilakukan untuk meluruskan narasi yang selama ini disampaikan oleh pihak Vicky Prasetyo.
Inti dari perselisihan yang terjadi adalah adanya klaim dari pihak Vicky Prasetyo bahwa kualitas sound system yang dipasang dianggap tidak memenuhi standar operasional yang diharapkan. Klaim inilah yang menjadi dasar utama penundaan kewajiban pembayaran tersebut.
Namun, Fajar Ramadhon secara tegas menyanggah poin utama tuduhan tersebut mengenai kualitas perangkat yang dianggap buruk. Menurut perspektif pengusaha asal Surabaya ini, perangkat audio yang telah dipasangnya terbukti berfungsi dengan sangat baik.
Fajar Ramadhon menekankan bahwa perangkat sound system tersebut hingga saat ini masih digunakan secara aktif oleh pihak Kopi Revolusi. Hal ini menjadi bukti konkret bahwa klaim penurunan kualitas tidak berdasar.
"Perangkat tersebut telah terbukti berfungsi dengan baik dan masih dipakai secara aktif hingga saat ini," ujar Fajar Ramadhon, menyanggah tuduhan mengenai kualitas buruk perangkat audio yang dipasangnya.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, perselisihan ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang signifikan antara pemasok dan pemilik usaha mengenai penerimaan dan fungsi perangkat yang telah disediakan.