INFOTREN.ID - PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) mencatat lonjakan signifikan dalam penjualan mobil listrik Ioniq 5 sejak pemerintah Indonesia memberikan insentif pajak. Data terbaru menunjukkan peningkatan penjualan model tersebut hingga 50% setelah kebijakan relaksasi pajak berlaku.

"Kami sangat optimistis dengan respons pasar Indonesia terhadap elektrifikasi," ujar President Director PT Hyundai Motor Indonesia, Woojin Lee, dalam acara peluncuran media di Jakarta, Senin (20/5/2024). Ia menambahkan bahwa insentif ini menjadi katalisator utama yang mendorong minat konsumen.

Insentif yang diberikan pemerintah mencakup pengurangan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik, yang membuat harga jual Ioniq 5 menjadi lebih kompetitif di kelasnya. Penyesuaian harga ini diyakini menghilangkan salah satu hambatan terbesar konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik.

Data internal HMID per akhir April 2024 menunjukkan bahwa rata-rata surat pemesanan kendaraan (SPK) harian untuk Ioniq 5 meningkat dari biasanya hanya 2-3 unit menjadi 5-6 unit per hari. Peningkatan ini terjadi secara konsisten sejak insentif resmi diumumkan pada awal bulan Mei 2024.

Lokasi penjualan yang paling dominan masih terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek, yang mencakup sekitar 70% dari total peningkatan penjualan. Hal ini sejalan dengan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang lebih banyak tersedia di area tersebut.

Woojin Lee juga menyampaikan bahwa Hyundai berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. "Kami akan terus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur dan menambah varian produk listrik kami di masa mendatang," katanya.

Lebih lanjut, PT Hyundai Motor Indonesia berencana untuk memperluas jaringan layanan purna jual khusus kendaraan listrik di luar Jawa dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk mengatasi kekhawatiran konsumen mengenai perawatan jangka panjang.

"Kami melihat ini bukan hanya tren sesaat, melainkan pergeseran fundamental dalam industri otomotif Indonesia. Insentif pajak hanyalah pendorong awal, komitmen jangka panjang kami adalah pada keberlanjutan," tutup Woojin Lee.

SUMBER: AutoNews Indonesia