INFOTREN.ID - Supermodel legendaris asal Amerika Serikat, Cindy Crawford, baru-baru ini membuka rahasia mengenai kondisi medis yang telah ia hadapi secara diam-diam selama satu dekade terakhir. Kondisi yang dimaksud adalah blepharoptosis, sebuah gangguan fisik yang menyebabkan kelopak mata mengalami penurunan secara tidak normal.
Kondisi blepharoptosis ini diketahui sempat mengganggu aktivitas profesional Crawford dalam industri modeling yang sangat mengutamakan penampilan visual. Meskipun kini berusia 60 tahun, perjuangan ini merupakan bagian penting dari perjalanan kariernya yang panjang.
Awalnya, Crawford tidak terlalu menanggapi serius gejala awal penurunan kelopak mata yang membuatnya tampak sayu saat itu. Ia cenderung menganggapnya sebagai bagian alami dari proses penuaan yang wajar dialami banyak orang.
Atau bahkan, ia mengira gejala tersebut hanya disebabkan oleh kelelahan biasa yang sering menyertai jadwal padat seorang model profesional. Persepsi awal ini membuatnya menunda perhatian serius terhadap kondisi matanya tersebut.
Perubahan yang dirasakan Crawford menjadi lebih signifikan dan nyata ketika ia telah memasuki usia kepala lima. Pada titik ini, dampak kondisi tersebut mulai lebih sulit diabaikan dalam kesehariannya.
Momen kesadaran penuh mengenai permasalahannya tiba saat ia sedang menjalani sesi pemotretan yang menuntutnya untuk bekerja sejak pagi hari. Intensitas kerja tersebut membuat kondisi matanya menjadi sorotan utama.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, sang supermodel akhirnya mengungkapkan bahwa kondisi ini telah menjadi tantangan pribadinya selama kurang lebih sepuluh tahun lamanya. Pengungkapan ini memberikan perspektif baru mengenai tantangan di balik layar industri mode.
"Kondisi fisik yang membuat kelopak matanya terlihat turun dan sayu ini awalnya tidak disadari secara serius oleh Crawford," ujar seorang sumber terdekat yang mengetahui perjuangannya.
Lebih lanjut, terdapat keterangan mengenai bagaimana ia awalnya menanggapi gejala tersebut, "Perempuan yang kini berusia 60 tahun itu mengira gejala awal tersebut hanyalah dampak alami dari proses penuaan atau kelelahan biasa yang dialami banyak orang," tambah sumber tersebut.