INFOTREN.ID - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengambil langkah tegas untuk meluruskan berbagai narasi negatif yang beredar di masyarakat mengenai perkembangan proyek strategis nasional tersebut. Penegasan ini dilakukan untuk memberikan kepastian publik bahwa pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana.

Gerak cepat ini dilakukan menyikapi adanya persepsi bahwa konstruksi di kawasan Ibu Kota Nusantara telah terhenti atau mengalami stagnasi. Otorita IKN ingin memastikan transparansi mengenai progres nyata di lapangan kepada seluruh pemangku kepentingan.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menjadi representasi resmi lembaga tersebut dalam menyampaikan bantahan tersebut. Ia menekankan bahwa aktivitas konstruksi di IKN terus dilaksanakan secara masif dan signifikan tanpa jeda.

Penegasan ini disampaikan Troy Pantouw secara langsung saat berinteraksi dengan perwakilan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi terkemuka di Kalimantan Timur. Momen penting ini terjadi pada hari Sabtu, 23 Mei lalu.

Adapun institusi pendidikan tinggi yang turut hadir dalam sesi dialog tersebut meliputi Universitas Mulawarman, UNTAG Samarinda, UMKT Samarinda, serta Politeknik Negeri Samarinda. Kehadiran mahasiswa ini menunjukkan minat besar terhadap perkembangan IKN.

Troy Pantouw secara khusus mengklarifikasi dua isu utama yang dianggap paling meresahkan publik terkait proyek ambisius ini. Ia ingin memastikan bahwa informasi yang beredar sejalan dengan fakta di lapangan.

"Tidak benar kalau ada yang bilang IKN mangkrak dan hari ini saya juga tegaskan bahwa tidak benar kalau IKN merusak hutan," ujar Troy Pantouw dalam siaran pers resmi yang kemudian diterima publik.

Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Otorita IKN tidak hanya pada kecepatan pembangunan, tetapi juga pada implementasi pembangunan yang tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. Hal ini menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan konstruksi.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, klarifikasi ini diharapkan dapat meredam spekulasi dan memberikan pandangan yang akurat mengenai kondisi terkini proyek pemindahan ibu kota negara tersebut.