INFOTREN.ID - Tragedi mengejutkan menimpa sebuah keluarga asal Kabupaten Semarang yang ditemukan tak bernyawa di kawasan glamping Taman Wisata Alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Aparat Kepolisian Resor Temanggung segera bergerak cepat untuk mengusut tuntas penyebab pasti dari kematian tragis ini.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah ditemukan bahwa keempat korban diduga telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum jasad mereka berhasil dievakuasi. Informasi awal mengenai rentang waktu kematian ini menjadi salah satu fokus utama dalam proses penyelidikan kepolisian.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung telah memanggil dan meminta keterangan dari empat orang pengelola Glamping Safari Taman Wisata Alam Posong. Pemanggilan saksi ini bertujuan untuk merekonstruksi kronologi kejadian secara lebih mendalam.

Empat korban yang meninggal dunia dalam insiden ini telah teridentifikasi sebagai Muhamad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (16). Keempatnya merupakan satu kesatuan keluarga yang tengah menikmati waktu liburan.

Penyelidikan kepolisian saat ini berpusat pada dua hipotesis utama penyebab kematian yang paling mungkin terjadi. Dua skenario yang didalami adalah keracunan makanan dari hidangan barbeku yang mereka bawa atau keracunan gas karbon monoksida dari alat masak portabel.

Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP I Komang Mahendra Deputra, mengonfirmasi langkah-langkah yang telah diambil oleh tim penyidik. "Betul, sebanyak empat orang saksi telah kita mintai keterangan terkait kasus tersebut, sembari menunggu hasil visum dan pemeriksaan sisa makanan dari laboratorium," ujar AKP I Komang Mahendra Deputra, pada Jumat (29/5).

Tim penyidik telah mengamankan berbagai barang bukti krusial dari lokasi kejadian perkara (TKP) untuk dianalisis lebih lanjut. Bukti yang diamankan meliputi sisa makanan yang dikonsumsi serta tabung gas portabel yang digunakan oleh korban.

AKP Komang Mahendra Deputra juga menjelaskan fokus pendalaman terkait potensi bahaya gas. "Kami juga meneliti kemungkinan keracunan gas setelah aktivitas membakar daging. Korban diketahui membawa perlengkapan BBQ portabel sendiri. Hal ini yang sedang kami dalami, apakah ada kebocoran atau akumulasi gas di dalam tenda," lanjut Komang.

Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik jenazah yang menunjukkan kekakuan, polisi memperkirakan waktu pasti meninggalnya para korban terjadi pada malam hari atau dini hari sebelum ditemukan. "Diduga meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan, kemungkinan pada malam atau dini hari," tambahnya.