INFOTREN.ID - Fenomena alam menarik bertajuk Strawberry Moon akan segera terjadi, memicu antusiasme para pengamat langit di seluruh Indonesia. Fenomena ini merujuk pada bulan purnama penuh yang terjadi pada bulan Juni setiap tahunnya, menandai puncak musim panas di belahan bumi utara.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Strawberry Moon tersebut? Fenomena ini bukanlah berarti bulan benar-benar berubah warna menjadi merah jambu seperti stroberi. Nama tersebut sejatinya berasal dari tradisi suku asli Amerika yang mengaitkan bulan purnama Juni dengan waktu panen buah stroberi liar.

Menurut informasi yang dihimpun, puncak penampakan Strawberry Moon diperkirakan akan terjadi pada tanggal 22 Juni 2024. Pengamat di Indonesia dapat mulai mengamati fenomena ini sejak sore hari, namun waktu terbaik untuk melihatnya adalah saat bulan terbit di ufuk timur.

Fenomena bulan purnama ini dapat disaksikan dengan mata telanjang di berbagai wilayah Indonesia, asalkan kondisi langit mendukung tanpa tutupan awan tebal. Lokasi pengamatan yang ideal adalah area terbuka dengan polusi cahaya minimal, jauh dari keramaian kota besar.

Kepala Pusat Penerangan Publik LAPAN (saat ini BRIN), saat itu pernah menjelaskan mengenai penamaan unik ini. "Penamaan Strawberry Moon ini memang bersumber dari tradisi masyarakat adat di Amerika Utara yang mengaitkannya dengan musim panen stroberi," ujar beliau.

Lebih lanjut, terkait kualitas pengamatan, para astronom menyarankan untuk memanfaatkan momen terbitnya bulan. Saat bulan baru muncul di cakrawala, ukurannya akan terlihat lebih besar karena efek ilusi atmosfer.

Bagi masyarakat yang ingin mengabadikan momen ini, disarankan untuk menggunakan peralatan pendukung seperti kamera dengan lensa tele atau teleskop. Penggunaan tripod sangat dianjurkan untuk mendapatkan hasil foto yang stabil dan tajam.

"Untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal, pastikan Anda memotret saat bulan berada di posisi rendah di ufuk timur, karena saat itu detail permukaannya lebih mudah ditangkap," kata seorang pengamat langit amatir yang sering berbagi tips.

Dikutip dari berbagai sumber informasi astronomi, fenomena ini juga memberikan kesempatan untuk mengamati siklus bulan secara lebih jelas. Meskipun tidak ada dampak signifikan terhadap Bumi, momen ini selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi publik.