JAKARTA, Infotren.id - PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) resmi memulai ekspansi strategis ke sektor energi melalui rencana akuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP). Nilai transaksi dari aksi korporasi ini diperkirakan mencapai USD 100 juta atau sekitar Rp1,57 triliun.
Langkah ini menandai arah baru perusahaan untuk memperluas eksposur di industri sumber daya alam, khususnya batu bara berkalori tinggi. Komoditas ini dinilai memiliki prospek permintaan yang stabil, baik di pasar domestik maupun global. Saat ini, proses penjajakan dan pembahasan rencana akuisisi tersebut dilaporkan terus berjalan dan semakin mendekati tahap realisasi.
Direktur Utama PT Harta Djaya Karya Tbk, Richie Adrian Hartanto, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan titik awal dari kemitraan strategis yang terintegrasi. Menurutnya, sinergi ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan.
"Kerja sama ini bukan hanya tentang ekspansi bisnis, tetapi tentang membangun fondasi kemitraan strategis yang mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan," ujar Richie dalam forum strategis bersama manajemen TCP baru-baru ini.
Sinergi antara MEJA dan TCP diharapkan dapat mengoptimalkan potensi kedua entitas, mulai dari efisiensi operasional, penguatan rantai pasok, hingga pengembangan proyek lintas sektor. Dengan menggabungkan kapabilitas konstruksi MEJA dan akses sumber daya energi milik TCP, kolaborasi ini diyakini akan membuka peluang baru dalam pengembangan proyek strategis nasional.
Pendiri PT Trimata Coal Perkasa, Subagio, menambahkan bahwa kerja sama ini sejalan dengan upaya mendorong hilirisasi industri di Indonesia. Ia menekankan bahwa pengelolaan sektor energi yang tepat merupakan kunci utama dalam meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas nasional.
Forum strategis tersebut juga dihadiri oleh Komisaris Utama MEJA, Noprian Fadli, yang berperan dalam memperkuat jaringan dan konektivitas bisnis perusahaan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas dukungan strategis terhadap rencana akuisisi tersebut.
Ke depan, manajemen MEJA optimistis bahwa fokus pada sektor energi akan memperkuat kinerja keuangan dan meningkatkan kepercayaan pemegang saham. Investasi ini dipandang sebagai langkah strategis yang memberikan daya ungkit (leverage) signifikan terhadap valuasi perusahaan di tengah dinamika industri yang terus berkembang.