INFOTREN.ID - Jakarta mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan transportasi umum pada triwulan kedua tahun 2026. Angka ini menunjukkan geliat positif dalam mobilitas warga Ibu Kota yang semakin beralih ke moda transportasi publik yang terintegrasi.

Peningkatan yang terukur mencapai 9,7 persen ini, didukung oleh data bahwa total penumpang yang telah menggunakan layanan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 230,8 juta orang. Data ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas dan kenyamanan layanan yang diberikan.

"Masyarakat yang menggunakan TJ, MRT, LRT mencapai 230,8 juta orang pada triwulan kedua ini, atau naik sekitar 9,7 persen," ujar Pramono, dikutip dari Antara, Rabu (22/07/2026).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian ini. Menurutnya, tren positif ini tidak lepas dari upaya peningkatan konektivitas antar moda transportasi yang terus digalakkan oleh pemerintah daerah.

Beliau membandingkan kondisi terkini dengan awal masa jabatannya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Pada periode tersebut, tingkat konektivitas transportasi umum di Jakarta baru berada di kisaran 22 persen.

Kini, angka konektivitas tersebut telah mengalami lompatan drastis, mencapai 93 persen. Peningkatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan strategi integrasi yang memudahkan perpindahan penumpang dari satu moda ke moda lainnya.

Kemudahan akses dan kenyamanan yang ditawarkan oleh jaringan transportasi publik yang terintegrasi menjadi daya tarik utama bagi masyarakat. Hal ini turut

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Jakartahype. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.