INFOTREN.ID - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), sebagai salah satu emiten utama di sektor infrastruktur telekomunikasi, mengumumkan langkah korporasi strategis yang signifikan. Langkah ini berfokus pada upaya penguatan posisi perusahaan sebagai penyedia layanan TowerCo di masa depan.
Rencana aksi korporasi ini secara spesifik melibatkan proses restrukturisasi internal melalui penggabungan usaha (merger). Proses ini akan menyatukan dua entitas anak perusahaan utama MTEL ke dalam perusahaan induk.
Dua anak perusahaan yang akan dileburkan tersebut adalah PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT). Penggabungan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang MTEL untuk efisiensi operasional.
Adapun jadwal resmi mengenai efektivitas penggabungan usaha ini telah ditetapkan. Peristiwa korporasi penting ini direncanakan akan mulai berlaku secara efektif pada tanggal 1 Juli 2026 mendatang.
Informasi mengenai rencana strategis ini disampaikan secara resmi oleh perusahaan melalui sebuah dokumen ringkasan rancangan penggabungan usaha. Dokumen tersebut diterbitkan oleh MTEL pada tanggal 8 Mei 2026.
Keputusan untuk melakukan merger internal ini merupakan bagian dari upaya strategis MTEL dalam memperkuat struktur bisnisnya secara keseluruhan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan efektivitas dalam pengelolaan aset infrastruktur telekomunikasi.
"Peristiwa korporasi ini direncanakan akan mulai efektif berlaku pada tanggal 1 Juli 2026 mendatang, menandai upaya strategis MTEL dalam memperkuat struktur bisnisnya," demikian disampaikan dalam ringkasan rancangan penggabungan usaha tersebut.
Lebih lanjut, rencana ini mengindikasikan bahwa MTEL sedang berfokus pada konsolidasi aset dan operasional guna menghadapi dinamika pasar infrastruktur telekomunikasi yang semakin kompetitif. Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) merupakan emiten yang aktif bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan terus mencari cara untuk mengoptimalkan layanannya.