INFOTREN.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi telah membuka pendaftaran untuk program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 tahun 2026. Program strategis ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia, khususnya bagi lulusan jenjang SMA/SMK atau sederajat.
Pendaftaran dibuka untuk masyarakat luas yang telah memiliki akun SIAPkerja yang aktif sebagai syarat utama pendaftaran. Informasi ini didapatkan dari unggahan resmi Kemnaker RI melalui media sosial mereka.
Calon peserta memiliki fleksibilitas untuk memilih maksimal tiga program pelatihan berbeda yang diminati. Namun, pilihan tersebut harus disusun berdasarkan skala prioritas dan berada dalam satu lembaga pelatihan pada gelombang yang sama.
Meskipun diperbolehkan memilih tiga opsi, peserta hanya akan dinyatakan lulus dan berhak mengikuti satu program pelatihan saja. Keputusan kelulusan akhir akan didasarkan pada hasil seleksi, urutan prioritas pilihan, serta ketersediaan kuota yang tersedia.
Durasi pelatihan yang ditawarkan bervariasi, berkisar antara satu hingga empat bulan, tergantung pada bidang kejuruan yang dipilih oleh peserta. Program ini menetapkan beberapa kriteria wajib yang harus dipenuhi calon pendaftar sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Syarat umum menyebutkan bahwa calon peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan batas usia minimal 17 tahun. Selain akun SIAPkerja, peserta juga harus memenuhi kualifikasi teknis spesifik dari program yang dituju, dengan prioritas khusus bagi penyandang disabilitas yang sesuai bidangnya.
PT MBI Gandeng Disnakertrans Muba Seleksi Ketat 25 Petugas Keamanan Prioritas Warga Lokal
"Calon peserta wajib memenuhi syarat umum dan kelengkapan administrasi sebelum melakukan pendaftaran online," sebagaimana informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal resmi kementerian.
Dokumen administrasi yang perlu disiapkan mencakup Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat email yang aktif, serta nomor telepon yang valid. Peserta juga diminta melampirkan data pendidikan terakhir, riwayat kerja jika ada, nomor rekening aktif, dan sertifikat kompetensi pendukung lainnya.
Pemerintah menyediakan berbagai pilihan bidang keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini, seperti Pariwisata, Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta Bisnis dan Manajemen. Pilihan lainnya termasuk Otomotif, Garmen Apparel, Las, Tata Kecantikan, Listrik, Processing, Konstruksi, Refrigerasi, dan Bahasa.