INFOTREN.ID - Bursa saham Indonesia kembali menyajikan peluang menarik bagi investor yang fokus pada pendapatan pasif dividen. Terdapat dua emiten yang akan segera memasuki periode cum dividen pada hari ini, 14 April 2024.

Momen ini sangat krusial karena setelah hari ini, investor yang membeli saham tersebut tidak lagi berhak atas pembagian keuntungan tahunan yang telah ditetapkan. Kedua saham tersebut adalah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) dan PT Citra Maharlika Nusantara Tbk (CNMA).

Salah satu daya tarik utama dari aksi korporasi ini adalah besaran imbal hasil atau yield yang ditawarkan. Kedua perusahaan ini menjanjikan pembagian dividen yang kompetitif, bahkan berpotensi mengalahkan imbal hasil deposito bank konvensional.

Secara spesifik, saham ADMF telah mengumumkan rencana pembagian dividen tunai sebesar Rp630 per lembar saham kepada para pemegang sahamnya. Angka ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam membagi keuntungan kepada investor setia.

Sementara itu, emiten CNMA juga tidak mau ketinggalan dalam memberikan apresiasi kepada para pemegang sahamnya. CNMA menjadwalkan pembagian dividen sebesar Rp7 per saham pada periode pembagian kali ini.

Jika dihitung berdasarkan harga pasar saat ini, yield yang ditawarkan oleh kedua saham ini diperkirakan mampu mencapai angka signifikan, yaitu di kisaran 6% atau bahkan lebih. Angka ini menjadi pertimbangan penting bagi investor yang mencari alternatif investasi yang lebih menguntungkan.

Investor yang ingin memanfaatkan kesempatan ini harus segera mengambil keputusan investasi sebelum penutupan perdagangan hari ini, 14 April. Ini merupakan kesempatan terakhir untuk memastikan nama mereka terdaftar sebagai penerima dividen tersebut.

"ADMF tawarkan dividen Rp630/saham, CNMA Rp7/saham," merupakan informasi mengenai nominal pembagian keuntungan yang telah diumumkan oleh kedua perusahaan tersebut.

Lebih lanjut, besaran yield yang ditawarkan oleh kedua saham tersebut diklaim mampu mengalahkan imbal hasil yang umumnya ditawarkan oleh produk deposito bank saat ini, "Yield-nya capai 6%, kalahkan bunga deposito," ujar analis pasar modal.