• INFOTREN.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang terus berupaya mencari terobosan baru guna mendorong geliat perekonomian daerah. Salah satu gagasan yang kini digulirkan adalah konsep pengembangan ekonomi berbasis kewilayahan.

Melalui gagasan ini, Pemkab Pandeglang berencana untuk menciptakan "mesin ekonomi" di setiap kecamatan. Tujuannya adalah agar setiap wilayah memiliki sektor unggulan yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi lokal.

Konsep yang diusung oleh Arif Nurbani ini secara spesifik dinamakan "35 Kecamatan, 35 Mesin Ekonomi". Gagasan ini diharapkan dapat menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh penjuru Kabupaten Pandeglang.

"Kita harus membuat mesin-mesin ekonomi di setiap kecamatan. Sehingga, kita bisa membuat pemerataan pembangunan," ungkap Arif Nurbani.

Arif Nurbani menjelaskan bahwa setiap kecamatan akan didorong untuk memiliki potensi ekonomi yang kuat. Potensi ini kemudian akan dikembangkan menjadi sebuah "mesin" yang mampu menggerakkan roda perekonomian di wilayah tersebut.

Beliau menambahkan bahwa dengan adanya mesin ekonomi ini, diharapkan dapat tercipta lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Ini menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi kesenjangan ekonomi antarwilayah.

"Sehingga, ini bisa menciptakan lapangan kerja yang baru dan masyarakat bisa merasakan pemerataan pembangunan," kata Arif Nurbani.

Inisiatif ini digulirkan sebagai respons terhadap tantangan pembangunan yang dihadapi Kabupaten Pandeglang. Dengan luas wilayah dan keragaman potensi, pendekatan terpusat saja dinilai kurang efektif.

Oleh karena itu, pendekatan kewilayahan menjadi krusial. Ini memungkinkan setiap kecamatan untuk fokus pada pengembangan sektor yang paling sesuai dengan karakteristik dan sumber daya alam serta manusianya.