INFOTREN.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan ke Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada hari Senin, 15 Januari 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam bidang energi dan infrastruktur.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin negara membahas sejumlah isu strategis. Fokus utama pembahasan adalah peningkatan kerja sama di sektor energi, terutama gas alam dan energi baru terbarukan (EBT).
Presiden Jokowi menekankan pentingnya sinergi dalam menjaga ketahanan energi kawasan. Ia menyebut bahwa Brunei Darussalam merupakan mitra penting bagi Indonesia dalam konteks ini.
"Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sektor energi, baik migas maupun EBT. Brunei adalah mitra strategis yang sangat penting bagi Indonesia," ujar Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama.
Selain energi, isu infrastruktur juga menjadi agenda penting. Kedua negara menjajaki potensi kolaborasi dalam pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia, termasuk potensi investasi dari Brunei.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, yang mendampingi Presiden, menambahkan bahwa ada beberapa kesepakatan yang telah ditandatangani. Kesepakatan tersebut mencakup bidang investasi, energi, dan pertukaran budaya.
"Ada beberapa nota kesepahaman yang telah ditandatangani hari ini, yang menunjukkan komitmen kuat kedua negara untuk bergerak maju bersama," kata Menlu Retno.
Kunjungan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian kedua negara, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Presiden Jokowi dan Sultan Hassanal Bolkiah juga membahas isu-isu regional dan internasional, termasuk penguatan ASEAN. Kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen terhadap sentralitas ASEAN.