INFOTREN.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan pada penutupan sesi perdagangan pertama hari ini, Senin 11 Mei 2026. IHSG tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 1,14% dari penutupan sebelumnya.

Penurunan ini membawa IHSG terperosok ke level 6.890,3 pada tengah hari perdagangan. Angka ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang cukup besar yang mendominasi lantai bursa pada paruh pertama hari tersebut.

Sektor transportasi menjadi salah satu motor penggerak utama pelemahan indeks secara keseluruhan. Sektor ini mencatatkan kinerja terburuk dibandingkan sektor lainnya pada hari perdagangan yang bersangkutan.

Di antara saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham yang mengalami koreksi paling dalam. Pergerakan saham BMRI ini menarik perhatian para pelaku pasar karena posisinya sebagai salah satu saham kapitalisasi terbesar di bursa.

Selain BMRI, terdapat saham lain yang juga masuk dalam daftar top losers LQ45 pada sesi pertama. Dua saham tersebut adalah saham AADI dan CUAN, yang turut menambah tekanan jual pada indeks utama.

Kondisi pasar yang lesu ini menunjukkan adanya sentimen negatif yang sedang beredar di kalangan investor domestik maupun asing. Meskipun demikian, perlu dicermati bagaimana pergerakan pasar akan berlangsung pada sesi kedua.

Dilansir dari sumber berita yang meliput jalannya perdagangan hari itu, disebutkan bahwa sektor transportasi memimpin penurunan tajam sepanjang sesi pertama. Hal ini menjadi indikator pelemahan fundamental atau sentimen spesifik yang menyerang sektor tersebut.

Lebih lanjut, mengenai saham perbankan, disebutkan bahwa BMRI paling anjlok di LQ45 pada sesi tersebut. Hal ini menggarisbawahi volatilitas yang terjadi pada saham-saham perbankan besar hari ini.

Dikutip dari salah satu analisis pasar, "IHSG anjlok 1,14% ke 6.890,3 di sesi pertama hari ini (11/5/2026)." Pernyataan ini menegaskan data pergerakan indeks yang terhimpun hingga jeda siang.