INFOTREN.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Kamis, 30 April 2026, menunjukkan pelemahan signifikan. Indeks tercatat ambruk hingga menembus batas psikologis yang selama ini menjadi penopang utama pasar.
Secara spesifik, IHSG terperosok sedalam 2,03% dari penutupan sebelumnya. Penurunan tajam ini membawa indeks berada di level penutupan 6.956,80.
Keputusan pasar pada hari itu secara resmi membuat IHSG meninggalkan level psikologis 7.000 yang dianggap sebagai batas penting oleh para pelaku pasar. Peristiwa ini menandai akhir bulan yang kurang menyenangkan bagi investor domestik maupun asing.
Jika dilihat dalam rentang waktu mingguan, pelemahan yang dialami IHSG bahkan lebih dalam lagi. Dalam sepekan terakhir, indeks telah tergerus sebesar 5,72% dari posisi sebelumnya.
Pergerakan harga saham pada hari terakhir bulan April tersebut juga diwarnai oleh aktivitas jual bersih yang dilakukan oleh investor asing. Mereka tampak mengurangi porsi kepemilikan mereka di berbagai emiten.
Aktivitas jual asing tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong indeks jatuh di bawah ambang batas krusial tersebut. Penjualan masif ini perlu dicermati untuk mengantisipasi tren pasar di awal bulan berikutnya.
Dilansir dari sumber berita terkait, tercatat bahwa IHSG anjlok 2,03% ke level 6.956,80 pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026), meninggalkan level psikologis 7.000 dan turun 5,72% sepekan.
Fokus perhatian kini tertuju pada saham-saham mana saja yang menjadi sasaran utama aksi jual bersih oleh investor asing pada penutupan bulan April tersebut. Data rinci mengenai sektor dan emiten yang dilepas menjadi informasi krusial selanjutnya.
Hal ini memberikan sinyal penting mengenai sentimen investor asing terhadap prospek pasar modal Indonesia menjelang periode mendatang. Pasar perlu mencermati bagaimana koreksi ini akan memengaruhi pembukaan perdagangan di hari berikutnya.