INFOTREN.ID - Perdagangan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami tekanan signifikan pada sesi perdagangan hari ini. Tekanan ini dipicu oleh munculnya regulasi baru dari pemerintah yang secara spesifik menyasar sektor transportasi online di Indonesia.
Keputusan regulasi baru dari pemerintah tersebut langsung menimbulkan dampak serius terhadap kepercayaan para investor. Sentimen negatif ini beredar luas di pasar modal, memengaruhi valuasi saham perusahaan teknologi raksasa tersebut.
Saham GOTO terpantau membuka perdagangan dengan penurunan yang sangat tajam pada hari ini. Penurunan tersebut tercatat mencapai angka 7,41% dari harga penutupan sebelumnya.
Penurunan drastis ini menyebabkan saham GOTO langsung menyentuh batas penolakan otomatis atau Automatic Rejection Bound (ARB). Level harga yang dicapai saham ini tercatat berada di Rp50 per lembar saham.
Harga Rp50 per saham ini merupakan titik terendah yang pernah dicapai oleh saham GOTO sejak perusahaan tersebut resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2022. Pencapaian level terendah ini menandakan adanya kepanikan jual di kalangan investor.
Implikasi dari kebijakan baru Presiden Prabowo ini diperkirakan akan menekan kinerja operasional dan profitabilitas jangka panjang perusahaan yang memiliki lini bisnis transportasi daring. Investor tengah mencermati bagaimana GOTO akan beradaptasi dengan aturan main yang baru ini.
Kekhawatiran investor semakin meningkat karena potensi saham bisa terus tertekan menuju level "gocap" atau harga Rp50 secara berkelanjutan jika sentimen negatif pasar tidak segera mereda. Hal ini menunjukkan sensitivitas pasar terhadap intervensi regulasi pemerintah di sektor teknologi.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, perdagangan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami tekanan hebat pada sesi perdagangan hari ini menyusul terbitnya regulasi baru dari pemerintah terkait transportasi online.
Keputusan ini langsung berdampak pada kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan teknologi raksasa tersebut, sebagaimana disorot dalam analisis pasar hari ini.