INFOTREN.ID - Grab Indonesia secara resmi mengumumkan pembukaan kembali pendaftaran untuk program bantuan pendidikan tahunan mereka, GrabScholar, yang akan berlaku untuk tahun 2026 mendatang. Program ini dirancang untuk menjangkau lebih banyak pelajar di seluruh nusantara.

Cakupan penerima manfaat GrabScholar diperluas secara signifikan, mulai dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga mahasiswa tingkat Sarjana (S1). Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan pendidikan di berbagai tingkatan usia.

Program GrabScholar merupakan implementasi nyata dari pilar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) perusahaan, yang dikenal dengan inisiatif "Tumbuh Bersama Indonesia." Kolaborasi strategis dilakukan bersama BenihBaik.com melalui GrabForGood Fund.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022, inisiatif ini telah menunjukkan dampak sosial yang substansial. Tercatat lebih dari 5.700 individu telah menerima manfaat langsung dari bantuan pendidikan yang disalurkan.

Secara akumulatif, total dana bantuan pendidikan yang telah berhasil didistribusikan oleh GrabScholar sejak awal pelaksanaannya telah mencapai angka Rp25,8 miliar. Jumlah ini menegaskan skala dukungan finansial yang diberikan.

Tujuan utama dari program bantuan ini adalah meringankan beban finansial yang dihadapi oleh keluarga dari Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant Grab. Selain itu, masyarakat umum yang membutuhkan juga menjadi bagian dari sasaran penerima manfaat.

Neneng Goenadi, yang menjabat sebagai Chief Executive Officer Grab Indonesia, menekankan pentingnya melihat pendidikan sebagai fondasi masa depan bangsa. Ia menyoroti bahwa investasi pada generasi muda adalah kunci kemajuan.

Dilansir dari JakartaHype.com, CEO Grab Indonesia menyampaikan pandangannya mengenai perluasan program tersebut. "Pendidikan adalah investasi untuk masa depan generasi muda Indonesia," ujar Neneng Goenadi.

Ia melanjutkan penekanan mengenai tujuan strategis di balik pembukaan GrabScholar tahun 2026. "Melalui GrabScholar 2026, kami berupaya membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih setara," kata Neneng Goenadi.