Infotren.idFilm Istimewa tidak hanya menghadirkan cerita tentang anak-anak disabilitas, tetapi juga melibatkan mereka sebagai pemeran utama.

Proyek yang dikembangkan selama sekitar dua tahun itu menjadi pengalaman berbeda bagi para pemain dan kru karena dibangun dari kisah nyata serta proses pencarian talenta dari berbagai daerah di Indonesia.

Produser Abdullah Mansuri mengatakan tim kreatif melakukan riset panjang dengan menemui lebih dari 4.000 anak disabilitas sebelum menentukan para pemeran yang tampil dalam film tersebut.

"Mereka belum pernah bermain film. Namun, ketika diberi kesempatan, mereka membuktikan bahwa mereka mampu," kata Abdullah Mansuri saat konferensi pers.

Selain melibatkan talenta baru, film ini juga diperkuat aktor senior Mathias Muchus, Agus Kuncoro, Yeni Muliani, serta Ajil Ditto.

Mathias Muchus: Film Ini Mengubah Cara Pandang Saya

Mathias Muchus mengaku langsung merasakan suasana berbeda sejak bergabung dalam proses produksi. Menurutnya, pembahasan pertama bukan mengenai teknis pengambilan gambar, melainkan nilai kemanusiaan yang ingin disampaikan.

Ia menghabiskan waktu sekitar satu bulan bersama anak-anak disabilitas yang menjadi pemeran dalam film tersebut. Pengalaman itu membuatnya melihat bahwa mereka memiliki kemampuan yang sama dengan siapa pun jika memperoleh kesempatan.

"Setelah satu bulan bersama mereka, saya merasa sebutan 'istimewa' memang sangat tepat. Mereka bukan aktor profesional, tetapi mampu menyelesaikan sebuah film dengan sangat baik," ujarnya.